PSIS Minta Peran Para Stakeholder Mengampanyekan Penonton Tidak ke Stadion

Dalam perkembangannya, Liga 1 2020 telah ditetapkan akan menerapkan beberapa regulasi baru.

Salah satu regulasi baru Liga 1 2020 adalah soal tidak diperbolehkannya penonton untuk masuk ke dalam stadion.

Itu artinya, dalam lanjutan Liga 1 2020 nanti, dilarang ada penonton di dalam stadion.

Tentu hal tersebut menimbulkan sedikit pertentangan terlebih di kalangan para suporter.

Tetapi, tidak sedikit pula yang mendukung hal tersebut diterapkan, apalagi jika berbicara soal kesehatan.

Pasalnya pandemi COVID-19 saat ini tercatat masih ada di Indonesia dan angkanya pun masih terbilang cukup tinggi.

Belakangan ini klub-klub di Liga 1 2020 giat mengampanyekan agar penonton tidak nekat untuk datang ke stadion.

Sebagai ganti, mereka diminta untuk menonton pertandingan di rumah melalui layar televisi.

Dalam acara webinar tentang sepak bola dua hari lalu, tepatnya pada Sabtu (17/10/2020), CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan para suporter.

Komunikasi yang dijalin pun berjalan dengan cukup baik.

“Ada, kami ada komunikasi dengan suporter. Teman-teman klub juga menyadari bahwa kami sedang melakukan sosialisasi,” ucapnya dalam webinar yang juga dihadiri oleh Bolasport.com.

Namun, untuk saat ini Yoyok mengakui masih butuh waktu agar regulasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh para suporter di Indonesia.

Terlebih loyalitas para suporter di Indonesia terbilang luar biasa sehingga tidak mudah untuk memisahkan klub dengan pendukungnya di dalam stadion.

“Memang butuh waktu dan saya melihat suporter mengerti kondisi ini. Tetapi, kecintaan mereka terhadap klub sangat luar biasa, jadi sangat sulit diterapkan,” katanya

“Kemarin tes ombak saja saat melakukan pertemuan, bagaimana jika suporter memaksa ke stadion kemudian timnya dianggap kalah. Ramai kemarin diskusinya,” tambah Yoyok.

Untuk itu, Yoyok Sukawi meminta kepada para stakeholder sepak bola Indonesia untuk sama-sama mengampanyekan menonton pertandingan di rumah saja.

Dengan kampanye yang terbilang masif, maka diharapkan tidak ada penonton yang nekat untuk datang ke tempat pertandingan.

“Ya, kami memang butuh kampanye lebih masif dari klub, PSSI, dan para stakeholder untuk lebih mengedepankan pentingnya menonton pertandingan dari rumah,” pungkasnya.