Bruno Smith Kembali Berlatih, Suasana Latihan Arema FC Tidak Canggung

Pemain asing baru Arema FC, Bruno Smith, sudah kembali bergabung bersama rekan-rekan setimnya dalam latihan di sebuah lapangan futsal yang berada di Kota Malang, Senin (19/10/2020) sore. Pemain berusia 28 tahun itu sudah menyelesaikan karantina selama 10 hari karena sempat positif COVID-19 pada 7 Oktober lalu.

Namun, Bruno Smith tidak menjalani swab test kedua. Dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, menjelaskan hal tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan dari Dinas Kesehatan.

Memang yang positif COVID-19 tanpa gejala, penanganannya cukup dengan melakukan karantina selama 10 hari.

Kendati demikian, saat latihan tadi tidak ada satu pun pemain Arema FC yang khawatir ketika berdekatan dengan Bruno Smith. Mereka semua berlatih dengan normal, dengan sesekali bercanda di tengah latihan.

Pemain seperti Ridwan Tawainella, Dedik Setiawan, dan yang lain tidak canggung ketika kontak fisik dengan Bruno.

“Saya berterima kasih banyak kepada dokter tim Arema, karena sudah memberikan penanganan. Kalau kemarin saya tetap berlatih tanpa menjalani karantina mandiri justru akan berbahaya,” ujar pemain anyar Arema FC yang berasal dari Brasil itu.

Mantan pemain Fluminense U-20 itu itu juga senang dengan sambutan pemain Arema FC. Tidak ada yang merasa risih dengan kehadiran Bruno, sehingga latihan tim berjulukan Singo Edan itu berjalan normal seperti biasa.

“Saya merasa senang di tim ini, teman-teman menyambut dengan baik,” tegas Bruno.

Dalam latihan kali ini, Bruno Smith mendapatkan menu latihan tambahan bersama kompatriotnya, Caio Ruan. Setelah menjalani sesi game, dia latihan lagi bersama asisten pelatih Charis Yulianto di pinggir lapangan.

“Itu normal karena saya harus kembalikan kondisi ke 100 persen,” tegasnya.

Saat itu Bruno Smith juga masih dalam tahap adaptasi dengan cara bermain Arema. Kebetulan Singo Edan bakal menjalani laga uji coba dengan sesama klub Liga 1, Madura United, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (21/10/2020). Laga ini menjadi pemanasan baginya untuk membangun chemistry dengan pemain lain di skuat Singo Edan.