Pelatih Arema FC: Lucu Jika Tidak Ada Kompetisi Di Indonesia

Liga 1 2020 yang semestinya digelar pada Oktober ini akhirnya mengalami penundaan. Itu setelah, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) gagal mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

Polri, atau Kepolisian Republik Indonesia, menilai pandemi virus corona di Indonesia belum terkendali. Padahal, Liga 1 dan Liga 2 bakal dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

PSSI dan LIB pun berusaha supaya kompetisi bisa tetap terlaksana pada November, atau mengalami penundaan restart selama satu bulan. Kini, status klub dalam keadaan menunggu.

Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, masih yakin bahwa kompetisi musim 2020 bisa digelar. Dirinya sendiri masih tergolong sangat baru di Indonesia, makanya punya keyakinan yang tinggi.

“Saya tetap optimistis kompetisi ini akan kembali dilanjutkan. Saya percaya setelah pertemuan itu akan ada kabar gembira untuk kita semua tentang kelanjutan kompetisi,” ucapnya dinukil Wearemania.

Carlos merupakan pendatang baru di kompetisi Tanah Air dan belum sempat memimpin pertandingan resmi bersama Singo Edan. Ia ditunjuk manajemen untuk menggantikan Mario Gomez.

Kompetisi, di mata Carlos, adalah hal yang sangat penting untuk sepakbola di suatu negara. Kompetisi juga menjadi pembuktian bahwa Indonesia sanggup menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Banyak yang dirugikan jika kompetisi tidak berlanjut. Apalagi, tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Tentu akan sangat lucu jika tidak ada kompetisi musim ini di Indonesia,” ucapnya.

Nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini akan dibahas pada hari (13/10) ini di Yogyakarta. PSSI dan LIB mengundang klub untuk mencari jalan tengah dan kesepakatan soal bagaimana nasib Liga Indonesia.

Di Asia Tenggara, hanya Indonesia yang belum jelas nasib kompetisinya, sementara negara lain siap kembali menjalankan liga mereka di tengah pandemi virus corona. Sementara Brunei Darussalam meniadakan musim 2020.

PSSI punya target agenda 2020 rampung pada Maret tahun depan, karena bulan berikutnya akan ada Bulan Ramadan hingga persiapan menuju Piala Dunia U-20 2021. Jika liga domestik saja tak jalan, maka nasib event internasional macam Piala Dunia U-20 tentu jadi pertanyaan.

Liga 1 dan Liga 2 bakal menerapkan protokol kesehatan ketat dan sebenarnya tidak ada keramaian karena suporter dilarang datang ke stadion. Selain itu, Liga 1 juga akan digelar terpusat di Pulau Jawa untuk menghindari risiko penyebaran Covid-19 untuk klub yang menjalankan.