Cerita Andritany Ardhiyasa, Rasakan Juara Bersama Persib dan Persija

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, menceritakan perjalanan kariernya dalam dunia sepak bola.

Seperti BolaSport.com kutip dari YouTube Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa memulai pertualangannya dengan membela Persib Bandung Junior waktu 2006.

Bersama Persib Bandung Junior, Andritany Ardhiyasa mampu mempersembahkan gelar juara.

Kiper asal Jakarta itu hanya satu tahun memperkuat Persib Bandung Junior.

Setelah itu pada 2007, Andritany Ardhiyasa yang masih berusia 16 tahun memutuskan bergabung dengan klub Divisi Satu, Pesik Kuningan.

Empat bulan di sana, Andritany Ardhiyasa langsung kembali ke Diklat Ragunan untuk melanjutkan sekolahnya yang masih duduk di kelas 2 SMA.

“Pertama kali saya bermain di Persib Junior dan merasakan gelar juara Piala Soeratin.”

“Setelah itu saya bermain untuk Pesik Kuningan selama empat bulan. Saya langsung dipanggil memperkuat timnas pelajar U-16 Indonesia untuk bermain di China bersama Ramdani Lestaluhu yang saat itu menjabat sebagai kapten tim,” ucap Andritany Ardhiyasa.

Sepulangnya dari China, Andritany Ardhiyasa kembali ke Diklat Ragunan.

Ia pun membaca surat kabar Tabloid Bola bahwa ada berita tentang Sriwijaya FC yang sedang mencari kiper baru.

Kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, mengucap sukur ketika melawan PS TNI di Stadion Gelora Bung Karn

Kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, mengucap sukur ketika melawan PS TNI di Stadion Gelora Bung Karn

Saat itu Andritany Ardhiyasa baru kelas 3 SMA di Diklat Ragunan.

Kabar baik pun datang bahwa pelatih Diklat Ragunan menelepon pelatih Sriwijaya FC saat itu Rahmad Darmawan untuk mengirimkan Andritany Ardhiyasa ke Palembang.

Andritany Ardhiyasa langsung terbang ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk melakukan seleksi di Sriwijaya FC.

Kiper bernomer punggung 26 itu bersaing dengan penjaga gawang senior Nur Rosid di Sriwijaya FC yang usianya sudah menginjak 33 tahun.

Pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, menghibur kiper Andritany Ardhiyasa setelah kalah dala

HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID B

Pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, menghibur kiper Andritany Ardhiyasa setelah kalah dala

“Sementara saat itu usia saya baru 16 tahun. Perbedaan usia yang sangat jauh,” kata Andritany Ardhiyasa.

“Tiga hari seleksi di sana saya kembali Jakarta karena Sriwijaya pergi ke Korea Selatan untuk berlaga di Liga Champions Asia.”

“Sepulangnya dari Korea Selatan, manajemen Sriwijaya FC telepon saya dan meminta saya untuk masuk ke tim. Saya pun pergi ke sana,” ucap Andritany Ardhiyasa.

Andritany Ardhiyasa hanya satu setengah musim membela Sriwijaya FC.

Eks kiper Arema, Kurnia Meiga (kiri) dan kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir.

Alvino

Eks kiper Arema, Kurnia Meiga (kiri) dan kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir.

Hingga akhirnya pada 2010 Andritany Ardhiyasa memutuskan membela Persija Jakarta hingga sekarang ini.

Bersama Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa mempersembahkan gelar juara Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018.

Pada saat juara itu, Ardhitany Ardhiyasa dipercaya menjadi kapten tim.

“Pada musim 2010 saya ke Persija Jakarta hingga sekarang,” ucap Andritany Ardhiyasa.

Pemain Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu

BOLASPORT.COM/MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH

Pemain Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu

Andritany Ardhiyasa sedikit mengulang kisah lalu ketika bersahabat dengan Ramdani Lestaluhu dan Kurnia Meiga.

Ketiganya saat itu sama-sama berasal dari Diklat Ragunan.

“Saya dekat dengan Ramdani Lestaluhu dan Kurnia Meiga.”

“Ramdani Lestaluhu sudah memperkuat Persija Jakarta sejak kelas 2 SMA.”

“Waktu saya ke Sriwijaya FC, dia masih memperkuat Persija Jakarta dan Kurnia Meiga ke Arema FC,” tutup Andritany Ardhiyasa.