Pemain Persiraja Dilarang Makan Nasi Kucing di Angkringan

Pelatih Persiraja Hendri Susilo dengan tegas melarang para pemainnya nongkrong dan makan di angkringan. Alasan yang dikemukakan sang mentor sangat masuk akal.

Seperti diketahui, skuad Laskar Rencong hanya mendapat jatah sarapan pagi di tempat menginap. Sementara dua kali makan lainnya, Ferry Komul dkk. harus makan di luar hotel.

“Nah, saat makan di luar itu, saya larang mereka makan di angkringan. Pertama, saya anggap nilai gizi nasi kucing yang dijual di sana pasti tak memenuhi nutrisi yang dibutuhkan atlet,” kata Hendri Susilo.

Alasan kedua, lanjut eks arsitek Persisam ini, larangan kongkow di angkringan untuk meminimalisir pemain kontak dengan orang lain.

“Saat ini masa pandemi COVID-19. Informasi yang saya terima pandemi di Yogyakarta termasuk tinggi. Jadi kami juga harus jaga diri agar tak terlalu sering kontak dengan orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut Hendri Susilo mengatakan jika ada salah satu anggota tim yang terpapar virus corona dampaknya akan merugikan Persiraja.

“Saya amati dari beberapa pemain yang kena corona di klub Liga 1 mayoritas statusnya OTG. Status ini lebih rumit, karena mereka tak sakit dan mengalami gejala. Tapi mereka tetap menularkan virus itu,” Hendri Susilo mengungkapkan.

“Saya tak ingin pemain Persiraja seperti itu. Pencegahannya mereka harus seminimal mungkin tak interaksi dengan orang dari luar tim,” jelasnya.

Hati-hati Saat Cari Makan di Luar Hotel

Makanya, Hendri Susilo sebagai pelatih Persipura menyarankan saat makan di luar anak buahnya bisa memilih tempat yang bersih dan higienis.

Hendri perlu mewanti-wanti pemain, karena dirinya dan manajemen sulit memantau di mana mereka mencari makanan di luar hotel.

“Saat makan di luar yang harus diperhatikan, satu kebersihan tempat. Kedua makanannya bergizi dan higienis. Saya ingatkan mereka jangan cari makan yang sesuai selera lidah. Tapi disesuaikan kebutuhan atlet,” ujarnya.