Naturalisasi Marc Klok Dianggap Hanya Pencitraan Ketua Umum PSSI

Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto, menilai naturalisasi Marc Klok hanya jadi pencitraan Mochamad Iriawan.

Pemerintah Indonesia baru saja memberikan izin kepada satu lagi pemain sepak bola asing untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Pemain yang dimaksud adalah gelandang Persija Jakarta, Marc Klok, yang mendapat lampu hijau untuk dinaturalisasi pada Senin (5/10/2020).

Marc Klok sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa memastikan dirinya menjadi WNI.

Pemain berdarah Belanda itu sudah mengajukan proses naturalisasi selama kurang lebih satu tahun sejak masih berseragam PSM Makassar.

Terkait lampu hijau naturalisasi yang didapatkan Marc Klok, Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto, menyatakan ketidaksetujuannya.

Mantan Ketua Umum The Jak Mania periode 2014-2017 itu sejak awal memang sudah mengatakan tak setuju dengan adanya naturalisasi pemain asing.

Sebab, program naturalisasi kerap membuat PSSI mengabaikan potensi pemain muda asli Indonesia.

“Itu dia (tidak setuju), saya tetap pada pendirian sebelumnya tetap menolak langkah naturalisasi pemain asing,” kata Richard dilansir Bolasport.com dari Tribun Jakarta, Selasa (6/10/2020).

“Terkait naturalisasi itu sangat tidak relevan. PSSI selalu bikin gaduh terkait naturalisasi ini,” sambungnya.

Secara pedas, Richard mengatakan bahwa proses naturalisasi pemain asing hanyalah pencitraan untuk PSSI saja.

Bahkan, secara khusus, proses naturalisasi hanya menjadi panggung bagi sang Ketua Umum, Mochamad Iriawan.

“Kalau saya melihat itu hanya buat panggung PSSI saja, atau lebih tepatnya pencitraan Ketua Umum (Mochamad Iriawan) saja,” ujar Richard.

Richard melihat bahwa sejatinya Indonesia dipenuhi bibit-bibit yang bisa menjadi pemain berkualitas jika mendapat ruang dan kesempatan berkembang.

Oleh sebab itu, Richard meminta supaya PSSI lebih mengutamakan pemain lokal ketimbang pemain naturalisasi untuk mengisi skuad timnas Indonesia.

“PSSI tidak pernah percaya dengan potensi pemain-pemain muda Indonesia,” tutur Richard.

“Padahal pemain muda kita hasil pembinaan cukup bisa diandalkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Richard tidak terlalu mempermasalahkan adanya pemain keturunan di skuad Garuda.

Seperti diketahui, timnas U-19 Indonesia saat ini dibela oleh dua pemain keturunan yaitu Elkan Baggott dan Jack Brown.

Menurut Richard, pemain keturunan bisa membela skuad Merah Putih karena memiliki darah Indonesia.

“Kalau terkait pemain keturunan boleh-boleh saja asalkan sesuai kebutuhan dan berdampak bagus hasilnya,” tutupnya.