Dua Keputusan PSSI dan PT LIB Buat Batin Guilherme Batata Makin Tersayat

Gelandang asing PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro, hanya bisa pasrah saat mendengar kompetisi Liga 1 2020 kembali ditunda.

Padahal, pemain yang akrab disapa Batata itu sudah bersiap bersama rekan-rekannya untuk kembali mengarungi lanjutan liga.

Batata pun mengaku sedih mendengar hal tersebut. Sebab, tim berjulukan Elang Jawa itu sangat antusias dalam menyambut kompetisi

“Setelah menerima kabar bahwa liga belum berlanjut karena kembali ditunda, pasti kami semua sangat sedih,” kata Batata, dikutip dari laman resmi klub.

“Namun kami tetap berlatih dan menunggu kabar kapan liga bisa kembali dimulai,” ia menambahkan.

Kesedihan Batata seolah semakin menjadi-jadi karena seluruh pertandingan liga nantinya bakal dilanjutkan tanpa kehadiran penonton.

Padahal, bagi pemain berusia 28 tahun itu, suporter sudah menjadi bagian dari denyut nadi PSS Sleman.

Dukungan yang mereka berikan saat tim berjulukan Laskar Sembada itu bertanding selalu menyuntikkan motivasi bagi para pemain.

“Saya pasti sedih, Sleman Fans tidak bisa ke stadion untuk mendukung kami, apalagi ditambah liga kembali diundur. Yang bisa saya lakukan adalah berdoa,” ucapnya.

“Sebab, ketika bermain dan mendapat dukungan langsung dari suporter kami sebagai tim bisa lebih kuat,” kata Batata.

Padahal sebelumnya, Batata sempat mengalami tarik-ulur soal renegosiasi kontrak dengan manajemen PSS Sleman.

Proses negosiasi antara kedua belah pihak berjalan alot. Bahkan, Batata menjadi pemain terakhir yang sepakat dengan kontrak yang diajukan manajemen PSS.

Sementara itu, aktivitas latihan tetap digelar PSS Sleman terlepas dari keputusan PSSI dan PT LIB menunda penyelenggaraan Liga 1 2020 selama satu bulan.

Keputusan untuk tetap menggelar latihan ini adalah bentuk antisipasi PSS Sleman apabila kompetisi tiba-tiba dilanjutkan.

Sebab, jika PSSI dan PT LIB benar-benar melanjutkan penyelenggaraan kompetisi setelah satu bulan ditunda, kondisi tim asuhan Dejan Antonic itu sudah siap tempur.