Dapat Jatah Sekali Makan di Hotel, Pemain Persiraja Harus Cerdas Pilih Menu di Luar

Persiraja Banda Aceh sudah satu pekan bertahan di Yogyakarta sejak PSSI dan PT LIB mengumumkan Shopee Liga 1 2020 ditunda hingga November mendatang. Praktis, anak asuh Hendri Susilo hanya satu pekan lagi berada di Kota Gudeg.

Presiden Persiraja Banca Aceh, Nazaruddin Dek Gam, telah menginstruksikan agar Ferry Komul dkk. memperpanjang masa tinggal di Yogyakarta selama dua pekan sembari menanti kepastian Liga 1 dari PSSI.

Namun, Laskar Lantak Laju hanya mendapat jatah satu kali makan saat sarapan pagi di Hotel Novotel Yogyakarta. Untuk dua kali makan lainnya, manajemen klub memilih memberikan uang saku kepada awak tim.

“Hotel ditanggung PT LIB, tapi kami cuma dapat jatah sarapan pagi. Untuk makan siang dan malam, manajemen memberi uang makan,” kata Hendri Susilo.

Uang saku yang diberikan pengurus, lanjut Hendri Susilo, cukup makan dengan menu kelas menengah.

“Saat makan siang dan malam, anak-anak cari di luar hotel. Untungnya biaya hidup di Yogyakarta relatif murah, jadi anak-anak masih bisa menyantap makanan bergizi. Kebetulan juga di depan hotel banyak orang berjualan makanan dengan berbagai menu pilihan,” tutur pelatih Persiraja Banda Aceh itu.

Namun, pelatih Persiraja Banda Aceh yang tinggal di Kota Batu ini mewanti-wanti pemainnya agar tidak pelit untuk urusan perut.

“Saya ingatkan anak-anak jangan terlalu hemat. Saya larang mereka makan di angkringan, karena nilai gizinya jelas tidak memenuhi kebutuhan atlet,” ucapnya.

Yang lebih penting lagi, Hendri Susilo mengingatkan anak didiknya tak terlalu sering berinteraksi dengan banyak orang ketika makan di luar hotel.

“Pandemi COVID-19 di Yogyakarta relatif tinggi. Untuk menjaga agar tak terinfeksi dari luar, saya minta pemain jangan banyak interaksi saat di luar,” ujarnya.