Cetak 129 Gol, Striker Naturalisasi: Timnas Indonesia Bukan Tujuan Saya

Kebanyakan para pemain naturalisasi berkeinginan bisa membela timnas Indonesia suatu saat nanti.

Namun rupanya hal tersebut berbeda dengan stiker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo.

Kepada awak media termasuk BolaSport.com, Herman Dzumafo mengakui tidak terlalu memikirkan untuk membela timnas Indonesia.

Padahal kesempatannya untuk membela tim Merah Putih masih terbuka lebar.

Hal tersebut karena pelatih timnas Indonesia saat ini baru yakni Shin Tae-yong.

Penyerang berusia 40 tahun itu bisa menunjukan tajinya bersama Bhayangkara FC.

Sampai saat ini Herman Dzumafo belum pernah dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia.

Padahal ia sudah resmi menyandang sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2017.

Selain itu, Herman Dzumafo memiliki pengalaman yang sangat panjang di persepakbolaan Indonesia.

Pemain asal Kamerun itu memutuskan untuk melanjutkan kariernya di Indonesia pada 2008.

Sebanyak sembilan klub Indonesia sempat dirasakan oleh Herman Dzumafo yakni PSPS Pekanbaru, Arema Indonesia, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Gresik United, Borneo FC, Persela Lamongan, dan Bhayangkara FC.

Bahkan, ia sukses mencetak 129 gol bersama sembilan klub tersebut dalam kurun waktu 12 tahun.

“Sebenarnya saya tidak memikirkan itu,” kata Herman Dzumafo.

“Walaupun saya sudah WNI dan masih aktif, pasti semua ingin bela Indonesia.”

“Mau dipanggil atau tidak, saya tidak pikirkan itu. Ya kalau memang dipanggil, saya akan maksimalkan.”

“Tapi sekali lagi itu bukan tujuan saya,” ucap Herman Dzumafo menambahkan.

Herman Dzumafo lebih lanjut menyebutkan tujuannya bermain sepak bola.

Ia ingin dirinya menjadi contoh bagi generasi muda di Indonesia untuk tetap bekerja keras jika ingin menjadi pesepakbola.

Terbukti Herman Dzumafo mempunyai sebuah klub di Riau bernama Pekanbaru United.

Herman Dzumafo menjadi presiden klub tersebut.

“Saya masih mau menjadi contoh generasi muda yang akan datang.”

“Saya bisa tunjukan ke meraka kalau mau berusaha pasti kita bisa. Ada caranya, yakni mereka harus bersungguh-sungguh,” tutup Herman Dzumafo.