Liga 2 Kembali Diundur, Perserang: Kami Jelas Bangkrut!

Pengunduran kembali kompetisi Liga 2 Indonesia tentu saja membuat klub-klub sangat rugi dari segi finansial maupun mental dari para pemain.

Perserang Serang merupakan salah satu klub yang terancam mengalami kebangkrutan akibat mendeknya kompetisi kasta kedua di Indonesia itu.

“Hampir semua (klub) berteriak dengan adanya penundaan kompetisi. Kami harus bayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Sedangkan, pemasukan tidak ada. Jelas bangkrut,” kata Manajer Perserang, Babay Karnawi, kepada Kompas.com di Kota Serang. Kamis (1/10/2020).

Babay mengungkapkan, kerugian Perserang dari terhentinya kompetisi mencapai Rp700 juta untuk pengeluaran gaji pemain, pelatih, sewa mes, dan biaya operasional lainnya.

Rencananya, anak asuh pelatih Putut Wijanarko ini akan dikumpulkan kembali pada 17 Oktober 2020 untuk mempersiapkan lanjutan Liga 2.

“Perserang pun mengerem kembali untuk mengumpulkan pemain. Rencananya hari ini seluruh pemain akan kembali latihan, ini berpengaruh juga ke mental pemain,” terang Babay.

Meski begitu, Babay tetap menerima keputusan dari PSSI dan PT LIB untuk menunda lanjutan kompetisi liga 2 Indonesia.

Menurutnya, keputusan tersebut juga demi kebaikan bersama karena belum meredanya wabah virus corona di berbagai daerah.

“Karena kami (Perserang) menjadi salah satu peserta dari 24 klub Liga 2, yah kami ikuti keputusannya. Diundur kami ikuti, dilanjut juga kami ikuti,” ujar Babay.

Babay menambahkan, manajemen dan para pendukung Perserang yakni Bala Singandaru mengharapkan bulan November nanti kompetisi dapat dilanjutkan.

“Sporter Perserang sudah kangen, mengharapkan klub kesayangannya bisa bermain. Meskipun mereka tidak bisa menyaksikan secara langsung di stadion,” kata Babay.