Apa Kabar Nova Zaenal? Striker Berbahaya di Era Kejayaan Persikota

Masih ingat dengan Nova Zaenal, mantan striker Persikota Tangerang pada era Divisi I Liga Indonesia 1996/1997? Kini ia sibuk berkarir sebagai pegawai di badan usaha milik negara (BUMN).

Kepada INDOSPORT, Nova mengatakan tidak lagi berkecimbung di dunia sepak bola. Ia hanya sesekali menjajal si kulit bundar untuk sekedar berolahraga dan temu kangen dengan rekan-rekan semasa aktif bermain di Persikota.

Nova memilih menjadi pegawai BUMN ketimbang menjadi pelatih, lantaran merasa sudah cukup dan bosan di sepak bola profesional.

“Sekarang sibuk kerja sajalah, pergi pagi, pulang sore. Saya sekarang di Pertamina cabang Bandara Soetta, jadi di pegawai disana,” tuturnya.

“Saya tidak mau jadi pelatih bukan gak minat, tapi lebih ke bukan passion. Saya sudah cukup di sepak bola profesional. Sekarang lebih santai biar bisa habiskan waktu, ketemu anak istri karena dulu sering ditinggal jadi sekarang lebih dekat,” imbuh pria 43 tahun itu.

Nova Zaenal didatangkan Persikota pada Divisi I musim 1996/97 bersama sejumlah nama beken lain seperti (alm) Francis Yonga asal Kamerun dan Ali Shaha asal Tanzania. Musim itu, mereka mengantarkan Persikota juara Divisi I usai mengalahkan PSIM Yogyakarta 3-1 dipartai final.

Salah satu gol berkesan Nova Zaenal adalah saat babak semifinal Divisi I 1996/97 melawan Perseden Denpasar. Di laga itu, pemain asal Garut, Jawa Barat itu menjadi pahlawan kemenangan lewat satu-satunya gol pada menit ke-69 yang mengantarkan Persikota ke partai final atau tiket promosi ke Divisi Utama.

“Yang berkesan, ketika di Persikota karena paling lama disana. Dulu yang dekat itu sama Komang (Mariawan) duet maut karena kemana-mana selalu berdua, baik di dalam dan luar lapangan,” kenangnya.

Kini, Nova Zaenal berharap Persikota bisa kembali bangkit dan berjaya seperti pada era 90-an. Ia mendoakan agar klub berjuluk Bayi Ajaib bisa mengikuti sukses klub tetangga, Persikota Tangerang yang bermain di Liga 1 2020 atau kasta teratas.