Walau Kompetisi Ditunda, PSM Makassar Bertahan di Yogyakarta

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memutuskan untuk menunda restart Shopee Liga 1 2020 sampai November mendatang. Langkah tersebut diambil PSSI menyikapi keputusan Mabes Polri yang menunda mengeluarkan izin keramaian, karena kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

Penundaan Shopee Liga 1 jelas berdampak besar pada klub-klub kontestan, termasuk yang berlaga di Liga 2. PSM Makassar merupakan satu di antara klub yang sudah telanjur berada di Yogyakarta sejak Minggu (27/9/2020).

Berdasarkan jadwal dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, PSM akan bertindak sebagai tuan rumah dalam tiga laga beruntun.

Masing-masing menjamu Persib Bandung (4/10/2020), Bali United (10/10/2020), dan Madura United (15/10/2020). Semua laga tersebut rencananya berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul.

Kepada awak media Makassar, media officer PSM, Sulaiman Karim, mengungkapkan pihak manajemen sudah mendapat kabar penundaan itu.

Setelah mengadakan pertemuan dengan tim pelatih, manajemen memutuskan skuad Juku Eja tetap tinggal di Yogyakarta menunggu kelanjutan Shopee Liga 1 2020.

“Kami mengikuti langkah PSSI. Penundaan sebulan itu tidak lama. Jadi lebih baik kami tinggal di Yogyakarta daripada pulang ke Makassar,” ujar Sulaiman.

Alasan Tetap Di Yogyakarta

Pada kesempatan itu, Sulaiman menjelaskan alasan PSM memutuskan tetap tinggal di Yogyakarta. Selain lebih fokus berlatih, fasiltas lapangan yang bisa dipakai berlatih juga banyak.

Hal ini sangat berbeda bila Juku Eja pulang ke Makassar. “Selain lapangan yang standar baik. Kami juga bisa mencari lawan yang variatif untuk uji coba,” kata Sulaiman.

Sejatinya, penundaan Liga 1 2020 menguntungkan PSM. Karena diantara kontestan Shopee Liga 1 2020 lainnya, skuad Juku Eja adalah tim yang paling telat melakukan persiapan.

Mereka baru mengumpulkan pemain untuk berlatih pada Senin (21/9/2020). Itu pun tak lengkap menyusul kedatangan pemain luar Makassar secara bertahap. Artinya, PSM memiliki waktu untuk mengembalikan sentuhan dan kebugaran pemain agar lebih ideal.