Proses Naturalisasi Marc Klok Terhambat Covid-19

Persija Jakarta terus memperjuangkan proses naturalisasi salah satu pemain asingnya yakni Marc Anthony Klok.

Saat ini, poses naturalisasi Marc Klok sudah memasuki tahap akhir dan berada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, itu harus menghadap Komisi X DPR untuk melangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Namun, semua proses naturalisasinya harus kembali tertunda karena DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Presiden klub Persija, Mohamad Pranpanca sangat menyayangkan proses naturalisasi salah satu pemain asingnya harus kembali tertunda.

Kendati demikian, Prapanca akan bersabar mendampingi proses naturalisasi Marc Klok sampai bisa mendapatkan pasport Indonesia.

“Jadi waktu pengumuman PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), minggu berikutnya seharusnya Klok bertemu pihak berwenang,” kata Prapanca dalam wawancara dengan YouTube Persija TV.

Pria yang akrab disapa Panca itu menerangkan, proses naturalisasi Klok harus tertunda karena tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Semua prosesnya harus berjalan secara manual tatap muka dan tidak bisa dilangsungkan melalui virtual atau daring.

“Karena Zoom belum boleh jadi standar naturalisasi. Harus tatap muka. Hal-hal seperti ini yang membuat kami membangun budaya baru selama pandemi,” tutup Panca.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses naturalisasi Marc Klok sudah diajukan sejak masih memperkuat PSM Makassar pada musim lalu.

Klok mengabarkan, proses naturalisasinya sudah memasuki fase terakhir.

Seluruh berkas proses naturalisasinya sudah diserahkan ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Saat ini, pemain berusia 27 tahun itu harus menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi di DPR untuk bisa lanjut ke proses berikutnya.

“Prosesnya saat ini sudah ada di DPR. Sebelum saya sah menjadi WNI, saya harus menyelesaikan administrasi di DPR,” kata Marc Klok, pada 7 Juli 2020 lalu.

Setelah proses itu selesai, Marc Klok akan diminta melafalkan pancasila dan menyanyikan laku kebangaan Indonesia Raya.

“Lalu di sumpah, menyanyikan lagu kebangsaan (Indonesia Raya), dan menghafalkan Pancasila,” ucap Klok menambahkan.

Lebih lanjut, proses naturalisasinya harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Jika seluruh proses itu bisa rampung, maka proses naturalisasinya menjadi WNI bisa cepat selesai.

“Setelah proses di DPR, lalu tunggu persetujuan presiden. Setelah itu saya rasa prosesnya sudah selesai dan saya akan resmi menjadi warga negara Indonesia,” tutup mantan pemain PSM Makassar tersebut.

Di sisi lain, Marc Klok mengatakan, proses naturalisasinya sempat terhambat akibat wabah Covid-19 merebak di Indonesia.

Pemerintah Indonesia fokus menangani penyebaran Covid-19 dan membuat proses naturalisasi Marc Klok harus tertahan untuk sementara waktu.

“Sekarang karena Corona orang tidak bisa kerja di kantor (mengurusi proses naturalisasi,” kata Marc Klok.

Menurut Klok, jika tidak ada pandemi Covid-19, proses naturalisasinya berpeluang bisa cepat terealisasi.

Namun, akibat pandemi Covid-19 membuat Marc Klok harus bersabar untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

“Saya pikir kalau Corona selesai, naturalisasi saya pun selesai karena sudah tahap akhir. Prosesnya memang membutuhkan waktu lama (karena ada pandemi Covid-19),” pungkasnya.