Liga 1 Ditunda, PT LIB Harus Berikan Uang Kompensasi kepada Klub

Ditundanya lanjutan Liga 1 berdampak terhadap finansial internal 18 klub, termasuk Persiraja Banda Aceh.

Persiraja Banda Aceh harus menerima kenyataan pahit saat lanjutan Liga 1 harus ditunda hingga November mendatang.

Yang menambah kenyataan pahit bagi Persiraja Banda Aceh ketika Miftahul Hamdi dkk telah berada di Yogyakarta untuk melanjutkan persiapan lanjutan Liga 1.

Skuat Persiraja Banda Aceh telah berada di Yogyakarta sejak 27 September 2020.

Pengumuman ditundanya lanjutan Liga 1 dan Liga 2 disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pada Selasa (29/9/2020).

Keputusan ditundanya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dikarenakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak menerbitkan izin keramaian.

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia yang masih belum mereda yang membuat kompetisi terpaksa ditunda.

Ditundanya lanjutan Liga 1 yang tergolong cukup mendadak dengan jadwal kick-off kompetisi pada 1 Oktober 2020.

Persiraja Banda Aceh berharap agar PT LIB memberikan kompensasi kepada klub Liga 1 dengan adanya penundaan kompetisi hingga November.

Pada lanjutan Liga yang bertajuk “Extraodinary Competition” setiap klub Liga 1 mendapatkan subsidi sebesar 800 juta rupiah.

PT LIB akan menggelar pertemuan dengan klub yang telah tiba di Yogyakarta pada Rabu (30/9/2020).

Beberapa klub yang sudah tiba di Yogyakarta seperti Barito Putera, Persiraja Banda Aceh dan PSM Makassar.

“PT LIB harus menyampaikan kompensasi kepada kami (klub). Kompensasi-nya seperti apa,” kata Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani.

“Kemudian kalau tambah satu bulan, subsidi satu bulan lagi itu seperti apa,” tambah Rahmat Djailani kepada BolaSport.com, Rabu (30/9/2020).

PT LIB berencana akan menggelar rapat dengan klub yang sudah berada di Yogyakarta termasuk Persiraja Banda Aceh pada siang ini.