Liga 1 Ditunda, Kushedya Hari Yudo Jadi Lemas dan Sedih

Shopee Liga 1 2020 telah resmi ditunda. Selasa (29/9/2020), Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan telah mengumumkannya. Dia berharap penundaan ini hanya satu bulan.

Alasannya, Kepolisian tidak memberikan izin kompetisi berjalan di saat kasus virus corona di Indonesia masih tinggi. Kabar ini ibarat petir di siang bolong. Karena Liga 1 seharusnya dilanjutkan dua hari lagi.

Striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo mengakui hal itu. Dia sangat kaget saat tahu kabar kompetisi resmi ditunda siang. “Sebenarnya sekarang sangat bersemangat. Tinggal beberapa hari lagi main. Tapi begitu dengar kabar ditunda, saya langsung lemas. Pasti sedih juga,” kata penyerang 27 tahun itu.

Padahal sejak awal Agustus lalu, dia sudah menjalani latihan fisik berat bersama Arema. Tapi justru di persiapan terakhir, Yudo harus menunda hasratnya untuk bertanding. “Persiapan sudah kami lakukan. Tapi sekarang batal. Sebagai striker tentu ingin merasakan cetak gol lagi di pertandingan,” sambungnya.

Dia berharap nantinya tidak ada penundaan lagi. Jika ada penundaan selanjutnya, ada kemungkinan kompetisi batal digelar. Mengingat agenda sepak bola tahun depan sangat padat. Terutama gelaran Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan di Indonesia.

“Jangan sampai lah kalau kompetisi tidak dilanjutkan. Karena pemain rezekinya dari sepak bola. Rasanya penonton juga hiburannya kurang greget kalau tidak ada sepak bola,” ucap pemain yang sempat dipanggil masuk Timnas Indonesia ini.

Jika kompetisi Shopee Liga 1 2020 tidak ditunda, Kushedya Hari Yudo seharusnya jadi tumpuan utama Arema di lini depan.

Karena dua pemain asing Elias Alderete dan Jonathan Bauman yang dikontrak awal musim sudah tidak jadi bagian Singo Edan. Sehingga dia ingin membuktikan jika striker lokal juga bisa jadi andalan.

“Kalau pemain lokal seperti saya ini kan tujuannya jangka panjang kalau kompetisi digelar. Seperti dipanggil ke Timnas Indonesia. Tapi sekarang, agenda timnas juga tidak ada, kompetisi mundur pula,” keluhnya.

Sekarang, dia pasrah dengan program yang akan dibuat Arema FC. Karena tim pelatih baru akan berdiksusi menentukan program ke depan. Yang jelas, Singo Edan berusaha menjaga kondisi pemainnya agar tetap fit jika sewaktu-waktu kompetisi diputar lagi.