Liga 1 Ditunda, Arema FC Rasakan Kerugian di Semua Sektor

Arema FC menyebut telah mengakami kerugian pada semua lininya pasca penundaan jadwal lanjutan kompetisi Liga 1 2020 selama satu bulan ke depan, imbas dari tidak turunnya izin kepolisian.

Batalnya mengusung misi menjadi kerugian pertama yang dialami tim Singo Edan. Bahwa kehidupan harus tetap berjalan seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

“Semua menyadari, Covid 19 mengancam kehidupan. Namun, kompromi dengan kepatuhan dan kedisiplinan tentu menjadi jalan tengah yang semestinya dijalankan,” urai Media Officer tim, Sudarmaji melalui rilis resminya, Selasa (29/09/20).

Bahkan, kerugian yang timbul menyangkut semua aspek yang berkaitan dengan sepak bola. Arema FC sendiri sangat menyayangkan tertundanya lanjutan kompetisi Liga, yang seharusnya mulai bisa memperbaiki sendi kehidupan di segala lininya.

“Upaya mengkampanyekan protokol kesehatan sekaligus hidup sehat, termasuk menggerakkan potensi ekonomi lewat sepak bola kembali terhambat,” Sudarmaji menerangkan.

“Banyak pihak yang bergantung pada bergulirnya sepak bola. Tidak hanya pengelola (kompetisi), tapi juga keluarga pemain, pelatih, ofisial maupun karyawan yang bekerja di klub,” sambung dia.

Situasi ini membuat lanjutan kompetisi Liga 1 yang akan kembali dimulai pada pekan ke-4, batal terlaksana. Sebelumnya, Liga 1 telah merampungkan 3 pekan awal hingga terjadinya status force majeure akibat pandemi Covid-19 pada akhir Maret lalu.