Gelandang Bhayangkara FC TM Ichsan FC Tak Masalah Perubahan Jadwal Liga 1

Gelandang Bhayangkara FC TM Ichsan, mengomentari perubahan lawan yang dihadapi timnya pada lanjutan Liga 1 musim ini. Ia menyebut tidak masalah dengan hal yang terjadi tersebut.

Semula Bhayangkara FC bakal bertandang ke markas Arema FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 2 Oktober mendatang. Akan tetapi, berdasarkan jadwal terbaru The Guardian, menantang Persita Tangerang, di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, 4 Oktober 2020.

Perubahan jadwal tersebut bukan hanya dialami Bhayangkara FC. Seluruh klub mendapatkan pembaharuan agenda pertandingan pekan keempat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Keputusan tersebut diambil PT LIB setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari klub terkait padatnya jadwal pertandingan. Alasan lainnya karena perpindahan kandang sejumlah kontestan, jelang bergulirnya lanjutan Liga 1.

“Dengan situasi keadaan seperti ini, saya pribadi sangat memaklumi apapun yang terjdi,” kata Ichsan, saat dihubungi awak media.

“Jadi kalau pribadi saya tidak ada masalah dengan perubahaan jadwal dan siapa pun lawannya,” pesepakbola berdarah Aceh tersebut menambahkan.

Persiapan matang telah dilakukan Bhayangkara FC untuk mengarungi lanjutan Liga 1 musim ini. Pasukan Paul Munster tersebut berlatih sejak 26 Agustus lalu, dengan menggelar beberapa kali laga uji coba.

Sebelum Liga 1 dihentikan karena pandemi virus corona, Bhayangkara FC belum pernah meraih kemenangan. Tiga pertandingan yang dimainkan melawan Persiraja Banda Aceh, Persik Kediri, dan Persija Jakarta, selalu berakhir imbang.

Raihan tersebut membuat Bhayangkara FC menduduki peringkat 11 klasemen. Juara Liga 1 2017 tersebut mengumpulkan tiga poin atau terpaut enam angka dari Persib Bandung yang berada di pucuk.

Pada lanjutan Liga 1 musim ini, Bhayangkara FC untuk sementara berkandang di Stadion Sport Center. Indra Kahfi dan kawan-kawan tidak bisa menggunakan Stadion PTIK, Jakarta Selatan, lantaran Pemerinta Provinsi DKI Jakarta, memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai 11 Oktober mendatang.

Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memperpanjang PSBB, karena masih tingginya kasus virus corona di ibu kota. Setiap harinya ditemukan puluhan pasien baru yang terjangkit virus tersebut.