Rahmad Darmawan: Lebih Baik Fokus Ke Musim 2021

Para pelaku sepakbola Indonesia tengah merasa campur aduk karena kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 harus kembali mengalami penundaan. Hal tersebut dipastikan pada Selasa, 29 September, sesuai pengumuman resmi PSSI.

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberi keterangan pada pers bahwa Liga 1 dan Liga 2 terpaksa kembali ditunda karena tidak mendapat izin keramaian dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), lantaran kondisi saat ini.

Pandemi virus corona yang masih belum terkendali di Indonesia menjadi sebab utama kegiatan sepakbola profesional di Tanah Air batal digelar Oktober mendatang. Iriawan pun memastikan, PSSI memahami keputusan dari Polri.

Dikatakan bahwa PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum menyerah begitu saja dengan ditolaknya izin kompetisi dari Polri. Mereka sudah memohon agar sepakbola Indonesia tahun ini tetap bisa dilanjutkan, November mendatang.

Pelepasan timnas U-19 ke Kroasia

Situasi ini membuat para klub kembali di dalam ketidakpastian, karena memang tidak ada garansi kondisi Indonesia bakal lebih baik di masa pandemi ini. Terlebih seluruh tim sudah melakukan persiapan dalam dua bulan terakhir.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, merasakan hal serupa, bahwa situasi saat ini memang tidak pasti. Kata penundaan terasa samar, karena tidak ada jaminan bahwa benar-benar sepakbola Indonesia boleh digeber lagi November mendatang.

“Kalau harus kembali ditunda, dan pasti satu bulan akan jalan tidak masalah. Tapi kalau juga belum bisa pasti, lebih baik fokus pada musim baru 2021 yang akan dimulai mungkin Februari atau Maret,” ujar sosok yang akrab disapa RD tersebut.

PSSI mengejar kompetisi tetap dilaksanakan tahun ini karena tidak mau sampai musim 2020 hilang begitu saja, yang tentu bakal memengaruhi perkembangan sepakbola Indonesia, dan tentu reputasi PSSI di mata FIFA sebagai federasi sepakbola dunia.

Dengan digelarnya kompetisi pada November mendatang — jika memang terjadi — PSSI berharap musim 2020 bisa rampung pada Maret 2021. Jika lewat, tentu akan merusak berbagai agenda sepakbola Indonesia, salah satunya Piala Dunia U-20 2021.

Ngototnya PSSI menggelar kompetisi di masa pandemi adalah karena status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 musim depan. PSSI dan LIB pun sejatinya sudah merancang berbagai hal untuk musim ini, termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat, layaknya kompetisi Eropa.