Fokus ke Shopee Liga 1, Persiraja Santai Hadapi Cibiran Haters

Provinsi Aceh berhasil memiliki wakil di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Persiraja Banda Aceh yang berstatus menjadi tim promosi Shopee Liga 1 2020.

Sebagai pendatang baru di Liga 1, klub yang khas dengan warna kebesaran oranye ini menjadi buah bibir bagi banyak kalangan pencinta sepak bola nasional. Tidak sedikit pihak terutama netizen di jagat Maya yang melontarkan nada miring kepada Persiraja.

Banyak yang menganggap Persiraja sebagai tim yang banyak permintaan dalam mengarungi kompetisi Liga 1.

Setelah masuk Liga 1, datang usulan dari manajemen Persiraja terkait budaya sepak bola di Provinsi Aceh yang kental dengan adat istiadat.

Beberapa usulan dari Persiraja di antaranya adalah tidak dapat menggelar laga kandang saat bulan Ramadhan, hingga menolak jika harus membentuk tim sepak bola putri.

“Banyak komentar miring yang ditujukan kepada Persiraja datang dari luar Aceh. Karena kami tidak akan mengukur kemampuan dari klub lain. Kekeluargaan yang kami miliki adalah kekuatan, bukan finansial seperti klub lain,” ungkap Rahmat Djailani dalam kanal YouTube Ichsan Maulana.

Kemudian mengenai beberapa larangan adanya sepak bola di Aceh pada saat bulan Ramadhan memang menjadi aturan yang tidak boleh dilanggar. Menurutnya, beberapa larangan tersebut adalah bagian dari kearifan lokal dan marwah Provinsi Aceh dan mewakili masyarakat Aceh.

“Jadi kami anggap biasa saja para haters Persiraja. Pada dasarnya solidaritas antarklub Liga 1 sangat kuat, saling mengerti. Seperti sekarang ini sama-berjuang agar dana subsidi bisa segera cair untuk menyambut lanjutan kompetisi,” jelas Rahmat Djailani.

Persiraja musim lalu juga harus melakukan penerbangan ke markas lawan melalui Kuala Lumpur, Malaysia terlebih dahulu. Hal ini menjadi cara Persiraja untuk menekan biaya penerbangan domestik yang cukup tinggi.

“Seperti musim lalu kami mengambil cara unik dengan terbang harus lewat Malaysia terlebih dahulu. Banyak orang mengatakan kita nyeleneh, pada prinsipnya mempertahankan ciri khas Persiraja,” ujar dia.