Laga Away Beruntun Jadi Rintangan Berat Bagi Maung Bandung di Awal Liga

Bentrok Madura United vs Persib Bandung pada 4 Oktober 2020 bakal dihelat di Stadion Ratu Pamelingan, Madura.

Itu artinya perjalanan darat Persib dalam laga away semakin panjang, dari skenario sebelumnya markas Madura di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

“Tentunya itu mengubah rencana kami juga untuk melakukan perjalanan ke Sidoarjo. Dan juga mengubah rencana perjalanan dari Sidoarjo ke Yogyakarta,” kata Robert Alberts.

“Setelah dari Madura kami harus berangkat ke Yogyakarta untuk melakukan laga tandang berikutnya dengan Barito Putera,” Robert menambahkan.

Laga Barito Putera vs Persib dihelat pada Sabtu (10/10/2020) atau enam hari setelah bentrok dengan Madura. Artinya 10 hari Persib berada di luar Bandung.

Itu jadi tandang terberat buat tim berjulukan Maung Bandung dan jadi away termahal yang harus dilakoninya dalam lanjutan Liga 1 musim ini.

“Di antara dua pertandingan tersebut ada jeda waktu enam hari. Tapi kami tidak bisa pulang dulu ke Bandung usai lawan Madura,” ujad Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Hal itu karena membutuhkan waktu 15 jam untuk kembali ke Bandung dari Madura, dan 10 jam untuk ke Yogyakarta lagi menggunakan moda transportasi bus.

“Karena itu ini jadi perjalanan yang panjang, sekaligus mahal buat tim Persib pada laga keempat dan kelima yang harus kami jalani,” Robert menuturkan.

Itu sebabnya tiga pekan lalu manajemen tim pernah mengajukan perubahan jadwal bertanding dengan memajukan waktu pertandingan melawan Barito.

Kubu Persib meminta laga lawan Barito digelar dua hari lebih cepat dari jadwal semula. Karena Persib harus meladeni Persita Tangerang pada 14 Oktober di GBLA.

“Satu hari perjalanan pulang (dari Yogyakarta) dan satu hari untuk recovery. Lalu kami harus bersiap lagi lawan Persita,” tutur Robert.

“Itu harus kami terima. Tapi dengan tidak adanya upaya dari mereka membenahi jadwal ini, tentu menyisakan pertanyaan, kenapa?” Robert memungkasi.