Barito Putera Pertanyakan Tempat Isolasi Mandiri

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menjabarkan protokol kesehatan yang diterapkan pada lanjutan Liga 1 musim ini. Akan tetapi, dokter Barito Putera Rey Adi Wirawan, menyebut masih belum sepenuhnya konkret.

Satu di antaranya terkait tempat karantina bila ada yang terpapar virus corona saat Liga 1 dilangsungkan. PT LIB selaku operator kompetisi tidak menjelaskannya.

“PT LIB memberikan protokol kesehatan sejumlah kamar hotel, dan bantuan swab test sebanyak 12 kali [per 14 hari] selama pertandingan berlangsung. Salah satu yang kita khawatirkan adalah kontak fisik antarpemain selama pertandingan dalam jangka waktu 14 hari di antara waktu swab tersebut,” kata Rey dikutip laman resmi klub.

“Kendala lain seperti sulitnya mencari tempat isolasi. Karena di hotel rata-rata tidak mau menerima [protokol meminta isolasi dalam hotel yang sama],” sosok berusia 36 tahun tersebut menambahkan.

Oleh karena itu, Rey menginginkan PT LIB dapat mengasih jalan keluar. Semua ini demi menjaga kesehatan seluruh pihak yang terlibat karena sampai sekarang penyebaran virus corona masih belum berhenti di Tanah Air.

“Ada tiga faktor yang menjamin kesehatan, yaitu klub, pemain atau ofisial, dan PT LIB. Tugas tim medis tentunya lebih berat pada saat pandemi ini, karena di samping menjaga kesehatan tim, juga meyakinkan pemain dan ofisial tentang bahaya virus corona untuk diri sendiri, klub maupun liga,” ucapnya.

Kendati demikian, Rey menuturkan Barito Putera siap menjalankan seluruh protokol kesehatan yang sudah disusun PT LIB. Ia pun menegaskan sudah melakukan sosialisasi ke skuad Laskar Antasari.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Sudah dilakukan seminar kepada tim, Barito siap untuk mengikuti protokol kesehatan liga dan mengarungi Liga 1 dalam masa pandemi virus corona. Klub Barito sudah memberikan yang terbaik sesuai protokol kesehatan,” tuturnya.

Pada lanjutan Liga 1, Barito Putera tidak bisa berkandang di Stadion 17 Mei, Banjarmasin. Penyebabnya karena PSSI dan PT LIB memusatkan seluruh pertandingan di Pulau Jawa.

Alhasil, Barito Putera harus mencari stadion di Pulau Jawa untuk menjamu lawan-lawannya. Klub asal Banjarmasin tersebut memilih berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.