Pelatih Persib Yakin Suporter Tak Langgar Aturan Karena Cinta Klubnya

Liga 1 2020 akan kembali digulirkan 1 Oktober mendatang di tengah pandemi virus corona. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi dan PSSI yang merupakan federasi sepakbola Indonesia, berharap kondisi tetap berjalan kondusif.

Maka itu, protokol kesehatan yang ketat bakal diterapkan dalam pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2. Termasuk melarang setiap pertandingan untuk dihadiri suporter di stadion, supaya tidak menjadi klaster baru dari Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

Dari Manager Meeting klub Liga 1 yang dilaksanakan awal pekan ini, muncul wacana bahwa tim yang suporternya nekat datang ke stadion bakal mendapat hukuman. Tim yang menang bisa jadi kalah, jika suporternya bandel ke stadion pada pertandingan.

Hal ini disepakati para perwakilan klub Liga 1, karena semua mendukung pelaksanaan liga berjalan kondusif tanpa khawatir ada klaster baru. Selain itu, juga diingatkan bahwa suporter tak boleh membuat perkumpulan, seperti contohnya nonton bareng.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mendukung rencana pengurangan poin atau kalah kepada tim yang suporternya ngeyel datang ke stadion. Pelatih asal Belanda itu juga berharap Bobotoh — suporter Persib — taat pada aturan tersebut.

“Saya rasa peraturan sudah jelas. Semua harus mengikuti semua prosedur kesehatan dan keselamatan,” ungkap Robert, yang pernah mengutarakan bahwa kompetisi bakal berjalan lancar asal semua pihak mampu berlaku disiplin dan melakukan protokol kesehatan.

Menurutnya, Bobotoh bisa taat aturan karena mereka cinta Persib. “Jika suporter mencintai klubnya, maka mereka akan menjauhi stadion dan mengikuti peraturan,” sambung Robert menambahkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah memberi aturan tegas bahwa setiap kegiatan olahraga profesional tidak boleh sampai dihadiri suporter. Hal itu mereka tegaskan ketika menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksaan kompetisi olahraga di tengah pandemi.

Robert mengajak seluruh suporter di Indonesia untuk bisa tertib dan tetap menikmati tayangan sepakbola lokal dari rumah masing-masing. Hal ini merupakan peraturan sederhana namun sangat krusial supaya liga bisa berjalan normal.

“Jadi lebih baik mereka mendukung dari televisi, dan di lingkungan sendiri tanpa harus ada kontak dengan orang lain karena Covid-19. Ini peraturan normal, dan kami harus mengikuti itu,” seru mantan arsitek PSM Makassar ini.