Sederhana tetapi Efektif Terlihat dari Taktik Timnas Era Luis Milla dan Shin Tae-yong

Mantan pelatih fisik Persebaya Surabaya, Rudy Eka Priyambada, melihat Timnas U19 Indonesia mengalami perubahan corak permainan sejak ditangani Shin Tae-yong.

Dia melihat pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan warna baru kepada skema timnas.

Rudy Eka Pryiambada menganalisis taktik permainan era Luis Milla di Asian Games 2018 silam adanya transisi gaya bermain.

Pria berusia 37 tahun tersebut menyebut saat tampil di Asian Games 2018, gaya bermain timnas berkiblat pada gaya tim-tim Spanyol, negara asal Luis Milla.

Kekuatan utama ada pada umpan-umpan pendek dengan penguasaan bola yang kuat.

Namun, dia sudah tidak melihat jejak tersebut di timnas di era Shin Tae-yong.

Baca juga: Indonesia Tampil di Piala Dunia U20 2021, Begini Harapan Luis Milla

Permainan timnas memang lebih kompleks era Luis Milla tetapi gaya bermain yang lebih sederhana sekarang nyatanya terlihat lebih efektif dan serasi dengan skill pemain Indonesia.

Gaya bermain Shin Tae-yong tersebut mengingatkan kembali pada lawan-lawan Indonesia di babak perempat final Asian Games.

Khususnya, tim-tim yang berhasil lolos ke babak semifinal

“Dari analisis saya kemarin di Asian Games, saya lihat tim-tim yang lolos ke fase selanjutnya adalah tim-tim yang kuat di kematangan mental, fisik dan taktik,” kata mantan pelatih PS Tira tersebut kepada Kompas.com.

“Korea Utara juara Asia beberapa kali gaya mainnya 4-4-2. Malaysia berhasil kalahkan Korea Selatan di Asian Games 2-0, China, UEA, cara bermain mereka hampir sama. Taktiknya menunggu untuk counter,” imbuhnya.

Rudy Eka Priyambada menegaskan lebih sederhana bukan berarti sebuah kemunduran selama taktik yang diterapkan mampu memberikan hasil nyata lebih baik.

Hal ini akan menjadi indikasi sebuah keberhasilan.

Dia pun menikmati masa transisi yang sedang dialami timnas. Dari gaya Spanyol ke gaya bermain disiplin tinggi ala Korea Selatan.

“Jadi nampaknya kita di Indonesia baru masa transisi dari suguhan pertandingan possession yang diberikan Luis Milla.”

“Sekarang simple football. Jadi pemerhati lama mengerti, karena sepak bola selalu berubah dan berkembang,” pungkasnya.