Persebaya Surabaya Minta Waktu Kepada PT LIB Untuk Tentukan Kandang

Persebaya Surabaya meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB), memberi waktu. Saat ini Bajul Ijo sedang mencari stadion untuk dijadikan kandang saat menjamu lawan-lawannya pada lanjutan Liga 1.

Pasukan Aji Sontoso tak bisa menggunakan markas aslinya, Stadion Gelora Bung Tomo, dalam lanjutan Liga 1 musim ini. Penyebabnya karena tempat tersebut sedang direnovasi untuk perhelatan Piala Dunia U-20 tahun depan.

Alhasil, Persebaya mengajukan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, sebagai markasnya menggantikan Stadion Gelora Bung Tomo. Akan tetapi, Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Pemerintah Daerah (Pemda) Sidoarjo, tak memberikan izin karena kasus virus corona masih tinggi.

“Persebaya masih berusaha sendiri untuk mendapatkan stadion sampai akhir minggu ini. Jika memang tidak mendapatkan stadion, mereka harus komunikasi dengan kami, agar kami bisa bantu,” kata direktur utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat dihubungi awak media.

Selain itu, Akhmad menjelaskan Bhayangkara FC telah mengajukan stadion cadangan kepada PT LIB untuk menggelar pertandingan kandang. Langkah itu dilakukan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB di Jakarta sudah diterapkan sejak 14 September s ampai 27 September 2020. Namun, bila terus terjadi lonjakan kasus virus corona, kebijakan tersebut bakal diperpanjang hingga 11 Oktober mendatang.

Situasi tersebut membuat Bhayangkara FC terancam tak bisa menggunakan Stadion PTIK, Jakarta Selatan, untuk sementara waktu karena lanjutan Liga 1 dilangsungkan pada 1 Oktober 2020. Makanya The Guardian, menyiapkan tempat cadangan.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Untuk masalah kandang, Bhayangkara FC saat ini sedang menunggu respons dari Pemda Sidoarjo untuk menggunakan Stadion Gelora Delta,” ujar pria berusia 55 tahun tersebut.

Seluruh pertandingan lanjutan Liga 1 dilangsungkan di Pulau Jawa. Klub juga wajib menggunakan bus ketika melakoni pertandingan tandang untuk meminimalisir interaksi dengan orang luar.

PT LIB juga bakal menggelar swab test setiap 14 hari sekali untuk memastikan tidak ada pemain, pelatih, dan ofisial yang terinfeksi virus corona. Seluruh biaya tes ditanggung operator kompetisi tersebut.