Aturan FIFA Tidak Larang Kevin Diks Bela Timnas Indonesia

Kesempatan bek milik Fiorentina asal Belanda, Kevin Diks untuk membela timnas Indonesia masih terbuka. FIFA melalui kongres ke-70 pada Jumat lalu (18/9), telah mengamandemen tentang aturan pesepakbola yang ingin beralih asosiasi atau tim nasional.

Aturan yang telah dilonggarkan FIFA memungkinkan pesepakbola untuk mengubah asosiasi dan membela tim nasional baru selama mereka hanya tampil di tiga laga kompetisi resmi tingkat internasional “A” saat berusia kurang dari 21 tahun. Pemain masih diperkenankan membela tim nasional baru meski sudah bermain di laga kualifikasi kompetisi resmi tingkat internasional “A”, asalkan belum memperkuat asosiasi asal di turnamen final Piala Dunia atau turnamen final kompetisi konfederasi seperti Piala Eropa dan Piala Asia contohnya.

Melihat kasus Kevin Diks, sang pemain sangat punya peluang besar membela timnas Indonesia. Pasalnya, aktivitas terakhir Diks di ajang internasional dijalani pada 2018 saat membela timnas Belanda U-21 di Piala Eropa U-21.

Sebelumnya, Diks sempat mencari perhatian PSSI lewat akun Youtube milik pesepakbola berdarah Indonesia di Belanda lainnya yakni Yussa Nugraha. Dalam wawancaranya dengan Yussa, Diks sedikit mengancam PSSI yang sampai hari ini belum memberikan kesempatan, padahal ia sangat terbuka jika diberi kesempatan membela skuad Garuda.

“Saya selalu terbuka untuk bergabung dengan tim nasional Indonesia. Tetapi, sampai sekarang PSSI tidak mengontak sehingga saya pun tidak perlu memikirkan atau menjawab hal itu,” ujar Diks.

“Saya pun sudah katakan kepada agen saya kalau saya tidak bisa menolak jika ada panggilan itu. Mereka [PSSI], mesti bergerak cepat. Kalau tidak, tidak tahu apa yang akan terjadi pada karier saya nanti. Apa pun bisa terjadi,” Diks menambahkan.

Merespons pernyataan Diks, PSSI melalui laman resminya menegaskan jika dirinya tidak bisa bermain untuk timnas Indonesia. Diks masih dianggap PSSI terbentur aturan FIFA yakni Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA yang menyebutkan bahwa seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional.

“Ini yang pernah dialami Ezra Walian sehingga gagal melakoni pertandingan-pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2020. Ezra tidak bisa memperkuat Indonesia karena dia pernah bermain di timnas Belanda di level yunior pada kompetisi resmi UEFA,” ujar Yunus Nusi, Plt Sekjen PSSI, Selasa malam (22/9) dalam laman resmi PSSI.

Aturan baru FIFA yang sudah diamandemen tentang peralihan status asosiasi tak hanya menjadi angin segar bagi Diks, tetapi juga Ezra Walian. Selama ini, penyerang PSM yang telah dinaturalisasi itu tersandera aturan lama yang belum diamandemen.

Belanda memang menjadi salah satu negara yang banyak memiliki pesepakbola berdarah Indonesia. Setiap tahun, selalu ramai pemberitaan tentang beberapa pesepakbola berdarah Indonesia di Belanda yang ingin membela Tanah Air leluhurnya.