Sudirman Siapkan Rencana Rotasi ke Pemain Persija Jakarta Antisipasi Jadwal Padat

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, telah menetapkan Liga 1 2020 akan bergulir lagi dalam waktu dekat.

Lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 2020 dijadwalkan bergulir pada 1 Oktober 2020 mendatang.

PSSI dan PT LIB merancang gelaran Liga 1 2020 bergulir selama kurang lebih lima bulan ke depan atau berkahir pada 28 Februari 2021.

Saat ini, tercatat sisa pertandingan Liga 1 2020 yang belum dimainkan adalah sebanyak 280 laga.

18 tim Liga 1 mayoritas akan memulai pertandingan dari pekan keempat dan akan menyelesaikan sampai pekan ke-34.

Tim-tim Liga 1 akan menjalani pertandingan Liga 1 dengan jadwal yang telah disesuaikan oleh operator kompetisi PT LIB.

Pelatih kepala Persija Jakarta, Sudirman, menyadari timnya akan bekerja keras dalam menghadapi lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Jadwal yang telah disusun PT LIB selama berjalannya Liga 1 2020 sangat padat dan menguras tenaga.

Terlebih, disepanjang musim ini klub-klub Liga 1 dituntut menggunakan moda transportasi darat dalam melakoni laga tandang.

Hal itu tentunya akan mempengaruhi fisik dan kondisi pemain saat menjalani pertandingan.

Terlebih, waktu istirahat dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya di Liga 1 tidak panjang.

“Pertandingan di Liga 1 nanti akan sangat padat sekali dan menguras banyak tenaga,” kata pelatih Persija, Sudirman.

Kendati demikian, jajaran tim pelatih Persija Jakarta optimis bisa melewati semuanya dengan baik di Liga 1.

Sudirman menilai komposisi timnya sangat mendukung dan sudah siap dalam mengarungi padatnya kompetisi.

Salah satu rencana yang dipersiapkan tim pelatih adalah sering melakukan rotasi pemain disepanjang pertandingan Liga 1.

“Kalau melihat kualitas para pemain, memudahkan kami untuk menerapkan rotasi pemain,” tambahnya.

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Jendral itu memastikan program latihan yang dijalankan para pemain Persija dalam beberapa pekan terakhir berjalan baik.

Seluruh pemain Persija mampu mengikuti setiap instruksi yang diberikan tim pelatih dengan baik.

Sudirman memberikan apresiasi besar kepada seluruh pemainnya karena mampu mengikuti setiap perintah yang diberikannya di latihan.

“Seluruh pemain telah memahami taktik yang ingin kita mainkan. Hal ini tidak terlepas dari keseriusan mereka menjalani setiap latihan,” tutup mantan pemain Timnas Indonesia era 1990-an tersebut.

Di sisi lain, pada saat pelaksanaan kompetisi Liga 1 dilanjutkan, Persija Jakarta telah memilih berkandang di Bantul.

Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dipilih untuk menjadi markas baru tim Macan Kemayoran di Liga 1 2020.

Stadion Sultan Agung bukanlah tempat baru bagi tim Macan Kemayoran di Liga Indonesia.

Sebab, pada tahun 2018, Persija Jakarta pernah menjadikan stadion tersebut sebagai kandang utama.

Hasilnya, selama tujuh pertandingan bermain di SSA, Ismed Sofyan dan kawan-kawan berhasil meraih empat kemenangan, dua hasil seri, dan sekali menelan kekalahan.

Selama bermain di SSA, tim kebanggaan The Jakmania berhasil mencatatkan 13 gol dari tujuh pertandingan.

Torehan tersebut lebih bagus dibandingkan ketika tim Macan Kemayoran bermain di markas utamanya yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.

Saat bermain di SUGBK, Persija Jakarta hanya menciptakan 10 gol dari delapan pertandingan yang telah dimainkan.

Statistik tersebut menggambarkan tim Macan Kemayoran bisa lebih produktif dan bermain maksimal pada saat berkandang di SSA.