Stadion Sultan Agung Jadi Venue Liga 1, Pemkab Bantul: Kami Belum Dapat Pemberitahuan

Stadion Sultan Agung (SSA) akan menjadi kandang 3 tim di lanjutan Shopee Liga 1. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi soal itu.

Oleh karena itu, Pemkab Bantul mengaku belum melakukan persiapan khusus terkait rencana penggunaan SSA.

“Kaitannya dengan Liga 1 itu, sampai hari ini kami itu belum pernah menerima surat bahwa SSA positif digunakan untuk kegiatan itu (jadi kandang Persija, PSM dan Bali United),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis saat dihubungi detikcom, Selasa (22/9/2020).

Oleh karena itu, pihaknya belum bisa menjelaskan apa saja persiapan Bantul dalam menyambut Persija, PSM Makassar, dan Bali United yang kabarnya akan berkandang di SSA selama Shopee Liga 1 musim ini.

“Jadi kami belum bisa mengomentari apa-apa,” ujarnya.

Helmi menambahkan, apabila sudah ada kepastian maka pihaknya akan segera berkoodinasi dengan pihak terkait. Mengingat Shopee Liga 1 digelar saat pandemi COVID-19, salah satu tim berasal dari zona merah dan Bantul masuk dalam zona orange risiko penyebaran COVID-19 di DIY.

“Gugus tugas (Kabupaten Bantul) sampai hari ini belum pernah diundang untuk koordinasi level DIY misalnya, atau Kabupaten. Karena bagi saya (rencana SSA jadi venue Liga I) bukan persoalan kecil, tentu nanti di level Forkompinda akan kami bicarakan, kalau sudah ada kepastian,” ucapnya secara singkat.

Sebelumnya, terkait kesiapan Pemkab Bantul apabila SSA resmi menjadi kandang dari 3 tim tersebut, Helmi mengaku telah merancang persiapan. Di mana persiapan itu seperti memastikan tim menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama bermarkas di bumi Projo Tamansari.

“Jadi saya pernah baca surat edaran atau Pergub, bahwa salah satu lokasi yang berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19 adalah stadion olahraga. Sehingga tentu kami berharap protokol kesehatan itu dilaksanakan secara ketat,” ujarnya.

Selain meminta tim Shopee Liga 1 yang akan berkandang di Bantul untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Helmi meminta semua pertandingan digelar tanpa penonton. Bahkan, dia meminta setiap pemain hingga official untuk mengantongi surat bebas COVID-19 sebagai syarat tambahan.

“Terus kemudian kami berharap dengan situasi seperti ini tanpa penonton untuk menghindari kerumunan massa. Kalau perlu mereka (3 tim) yang datang ke Bantul ini betul-betul sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab yang telah dilaksanakan, harapan kami begitu,” ujarnya.

“Nanti kalau misal diminta rekomendasi dari Gugus Tugas, rekomendasi kami yang pertama adalah (pertandingan) tanpa penonton, yang kedua dari luar daerah Bantul harus sudah bebas COVID-19,” imbuh Helmi.