Daftar Pemain Timnas Indonesia U-19 Tanpa Klub Profesional

Sebanyak 28 pemain timnas Indonesia U-19 yang kini berada di Kroasia untuk melaksanakan pemusatan latihan (TC) hampir semuanya telah menandatangani kontrak dengan klub profesional.

Namun, Liga 1 2020 yang akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang membuat aturan yang sangat berpihak kepada para pemain dengan usia di bawah 20 tahun, atau regulasi pemain U-20.

Secara detail, nantinya setiap klub diwajibkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) — yang mengacu pada perintah PSSI — untuk melibatkan dua pemain dengan usia di bawah 20 tahun dalam daftar susunan pemain di .

Regulasi baru yang diterapkan operator Liga 1 tentang pemain muda ini ditenggarai sebagai bentuk dukungan untuk timnas Indonesia U-19 menjelang Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang, di Indonesia.

Saat ini, hampir semua pemain di timnas U-19 sudah memiliki klub. Sebagian besar sudah mendapatkan tempat di skuad utama klub masing-masing, dan beberapa masih berstatus anggota tim muda yang berlaga di Elite Pro Academy (EPA).

Meski demikian, ada pula anggota timnas U-19 sekarang yang belum memiliki klub atau belum menandatangani kontrak profesional, baik itu dengan klub asal Indonesia atau luar negeri.

Tercatat ada empat pemain timnas U-19 dalam skuad asuhan Shin Tae-yong yang saat ini diketahui masih belum mendapat pinangan klub profesional. Berikut daftar pemain tersebut.

Bayu Fiqri (PON Jatim)
Bek Kanan asal Banyuwangi, Bayu Fiqri, memang terus memperlihatkan eksistensinya untuk menghuni lini belakang timnas U-19. Hanya sayangnya, anggota PON Jawa Timur ini belum mendapatkan klub profesional setelah terakhir, ia bermain untuk Semeru FC pada Liga 3 musim 2019. Tak diketahui dengan jelas apakah Bayu kini membela PS Hizbul Wathan, tim Liga 2 yang banyak mengambil pemain PON Jatim.

Komang Teguh (SKO Ragunan)
Komang Teguh Trisnanda menjadi salah satu bek langganan timnas U-19 yang belum pernah menandatangani kontrak bersama klub profesional. Komang bahkan belum pernah sama sekali bermain di turnamen Elite Pro Academy di level umur berapa pun. Ini lantaran, bek asal Denpasar dengan tinggi hampir 180 cm tersebut masih fokus menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan — tempat dari mana Egy Maulana Vikri hingga Witan Sulaeman berasal.

Ahmad Rusadi (Tanpa Klub)
Bek asal Samarinda, Ahmad Rusadi, merupakan nama baru muka lama di timnas U-19 asuhan Shin Tae-yong. Sebelumnya, Rusadi adalah anggota timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini pada 2017 sampai akhirnya ia harus bergelut dengan cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament). Rusadi akhirnya mendapat kesempatan kembali ke timnas pada Januari lalu untuk mengikuti pemusatan latihan.

Andre Oktaviansyah (Tanpa Klub)
Gelandang langganan timnas U-19 asal Depok, Andre Oktaviansyah, belum mendapatkan pinangan dari Liga 1 mau pun Liga 2 sejauh ini. Andre yang merupakan anggota Garuda Select pernah aktif di turnamen Elite Pro Academy dengan memperkuat TIRA Persikabo sejak 2018.

Remaja berjuluk Si Kobra ini sebenarnya punya kualitas yang tidak diragukan. Determinasi tinggi dan ngotot dalam bertahan atau menyerang jadi keunggulan Andre. Namun, cedera panjang hampir setahun membuat perkembangan jebolan dua jilid Garuda Select ini sedikit terhambat.