Kasus Positif Corona 4.000/hari , Liga 1 2020 Lebih Baik Ditiadakan Saja?

Kompetisi sepak bola paling elite di Indonesia, Liga 1 2020, bakal kembali bergulir mulai 1 Oktober mendatang. Hajatan ini diputuskan untuk berlanjut meski kondisi pandemi virus corona di Tanah air masih jauh dari kata reda.

Keputusan melanjutkan Liga 1 lantas menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan ingin melihat sepak bola Indonesia bergeliat lagi setelah cukup lama vakum akibat pandemi virus corona, namun ada pula yang berpikir sebaiknya kompetisi dikosongkan dulu demi keselamatan bersama.

Pendapat yang disebut belakangan tentu berpedoman kepada situasi terkini yang semakin memprihatinkan. Kasus positif virus corona di Indonesia seringkali menembus angka 4.000-an per hari selama beberapa waktu terakhir.

Salah satu orang yang kontra terhadap kebijakan melanjutkan Liga 1 adalah Ketua Umum klub Liga 3 2020, PSJS Jaksel, Try Joko Susilo. Dia memiliki pandangan tersendiri soal urgensi memutar kompetisi di tengah pandemi virus corona.

“Dalam kondisi pandemi virus corona seperti ini, saya kira lebih baik memprioritaskan aspek kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Kalau semua itu sudah beres baru kemudian memulai sport industry,” kata Try Joko Susilo kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (21/9/20).

Try Joko melanjutkan, dia tak habis pikir dengan pemikiran para stakeholder sepak bola nasional yang lebih mementingkan kompetisi daripada kemanusiaan di tengah pandemi virus corona.

“Saya nggak mengerti dengan orang-orang ini (pengambil kebijakan). Wong duitnya saja nggak ada kok mau dipaksakan. Apa yang mau dikejar juga nggak akan dapat apa-apa. Yang ada malah semakin banyak penularan musibah orang sakit (positif covid-19),” cetusnya.

Satu solusi yang ada di pikiran Try Joko Susilo tentang sepak bola Indonesia adalah bersabar menunggu situasi pandemi virus corona benar-benar reda, atau setidaknya sudah ditemukan vaksin penangkal penyakit mematikan ini.

“Itulah pilihan terbaik dari yang paling buruk. Nggak ada cara lain negara juga sedang krisis begini,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Jakarta Selatan ini.

“Tidak bijak rasanya bikin kegiatan massal yang tidak mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat sampai ditemukan vaksin. Kita harus super sabar saat ini tanpa harus kehilangan semangat dan cita-cita sepak bola,” ujar Try Joko.

Lebih lanjut, Try Joko menjelaskan bahwa pihak PSJS Jaksel sempat merencanakan seleksi untuk menatap Liga 3 2020 pada pekan ini, namun belakangan dibatalkan.

“Seleksi itu kemarin baru wacana saja, diundur lagi. Liga 3 2020 saja masih belum jelas kapan bergulir. Mungkin nanti last minute setelah Liga 1 dan Liga 2 dimulai lagi,” imbuhnya.

“Saat ini memang sangat rumit mengelola sepak bola. Pilihan sementara Askot PSSI Jaksel serta PSJS adalah bertahan untuk kelangsungan hidup dengan tetap menjaga kesehatan. Kami mencari penghasilan lain di luar bisnis sepak bola sambil berharap vaksin ditemukan secepatnya dan kita dapat hidup normal kembali,” pungkas Try Joko.