Ilija Spasojevic Ambisi Bawa Bali United Ke Posisi Tertinggi

Ujung tombak Bali United Ilija Spasojevic menegaskan, meski kompetisi berlangsung dengan suasana berbeda, ia tetap berambisi membawa Serdadu Tridatu mengakhiri musim 2020 di posisi tertinggi.

Liga 1 dilanjutkan di tengah pandemi virus Corona yang terus mengalami peningkatan kasus. PSSI bersama operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya memusatkan seluruh pertandingan di Pulau Jawa, dan tidak bisa dihadiri penonton untuk mencegah penyebaran virus.

Spaso mengakui situasi itu memberikan atmosfer berbeda. Kendati demikian, ia tidak menyurutkan ambisinya untuk membawa Bali United mempertahankan gelar yang mereka raih pada musim sebelumnya.

Peran Spaso dalam membantu Bali United mengangkat trofi pada tahun lalu cukup besar. Sepanjang Liga 1 2019, Spaso telah menjebol gawang lawannya 16 kali. Sedangkan dari tiga pertandingan Bali United musim ini, Spaso baru dimainkan satu kali.

“Liga tahun ini berbeda, tanpa penonton, dan tidak bermain di Bali. Semua akan berlaga di Pulau Jawa. Tentu tim tetap pasang target tinggi. Tapi lebih baik kami buktikan nanti di lapangan. Kerja keras dan berusaha untuk berikan yang terbaik,” tegas pemain naturalisasi tersebut.

Spaso mengakui pembatalan Piala AFC 2020 membuat dirinya kecewa, tapi ia tidak ingin meratapi kondisi tersebut. Di lain sisi, pembatalan membuat Bali United bisa lebih fokus melakukan persiapan menghadapi lanjutan Liga 1.

“Tentu tim punya target yang bagus. Rencana persiapan Piala AFC, tapi harus dihentikan, jadi tim lebih fokus ke Liga 1. Terpenting pemain tetap kerja keras di latihan,” ucap pria yang sudah memiliki KTP Badung ini.

Pemain berusia 33 tahun ini menambahkan, secara keseluruhan kebugarannya makin membaik setelah selama empat bulan hanya menjalani latihan mandiri. Menurut Spaso, ia sudah siap menghadapi jadwal padat pada musim 2020.

“Paling penting tim sudah bergabung program latihan sejak awal Agustus lalu. Tim sudah kerja keras termasuk saya untuk mengembalikan performa. Saya senang hampir dua bulan ini persiapan tim dijalankan untuk menjalani kompetisi yang cukup padat,” kata Spaso.

“Latihan mandiri dengan latihan tim tentu berbeda. Latihan mandiri biasanya sebatas kemampuan saya, tapi latihan dengan tim tentu berbeda. Tim pelatih bisa berikan terus program untuk meningkatkan fisik saya bersama rekan lainnya.”