Waktu Kian Mepet, Tim Persis Belum Terbentuk: Kasihan Tim Kepelatihan

Persis Solo benar-benar belum menentukan arah hingga detik ini, khususnya terkait langkah nyata untuk menatap Liga 2 2020. Padahal, tinggal sebulan lagi Liga 2 2020 akan dimulai, yakni kickoff pada 17 Oktober mendatang.

Hasil medical workshop yang diikuti dokter tim, Rabu kemarin (16/9), mengharuskan tim menjalani tes medis sebelum mengumpulkan pemain. Hal ini ternyata belum ditanggapi serius oleh manajemen.

“Saya sendiri masih menunggu arahan manajemen pusat. Katanya satu atau dua hari ke depan surat resmi dari PT LIB (Liga Indonesia Baru, operator Liga 2) baru akan turun katanya. Mungkin Pak Azmy (Alqomar, CEO PT Persis Solo Saestu) menunggu surat itu turun dulu untuk jadi pegangan jika kompetisi benar-benar akan digelar,” terang Manajer Persis Hari Purnomo.

Azmy Alqomar mengaku, memang menunggu keputuan resmi terkait kompetisi musim ini. “Kayaknya tadi siang (kemarin) sudah ada meeting resmi antara PSSI dengan menpora dan satgas Covid. Semoga besok (hari ini) ada berita resmi, Persis bisa segera kumpul,” papar Azmy.

“Saya takut juga ambil risiko dengan pemain. Misalnya nanti ada yang tertular Covid-19. Sementara kita tahu Covid-19 makin ganas,” imbuh dia.

Sementara itu, dokter tim Persis Solo Iwan Wahyu Utomo mengakui, semakin ditundanya pembentukan tim, tentu membuat persiapan akan semakin mepet.

”Tim wajib jalani tes swab dulu. Dan itu tunggu satu dua hari untuk dapat tempat tes. Setelah itu juga nunggu dua hari paling cepat untuk keluar hasilnya, sebelum diperbolehkan latihan langsung. Itu artinya sebelum ke Cilacap (lokasi venue grup 2 Liga 2 2020) hanya sekitar dua minggu. Itu pun jika tim mulai dibentuk di minggu ini. Kalau sampai minggu depan atau makin mepet jelang kickoff, tentu kasihan tim kepelatihan untuk menjalankan program latihannya,” tutur Iwan.

Di lain sisi, Persis akan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk pemain. Proteksi akan diberlakukan, baik sebelum bergabung dengan tim maupun saat nanti tim menjalankan latihan bersama.

”Saya minta seluruh pemain terbuka. Baik soal kondisinya maupun soal hal-hal yang dianggap rawan terkait penyebaran virus. Saya yakin mereka menjaga diri agar tetap sehat, karena itu tentu untuk keberlangsungan kariernya juga,” ucapnya. (nik/ria)