Persik Langgar Regulasi saat Uji Coba Vs PSG Gresik, Pakai Jersey Tanpa Nomor Punggung dan Nama Pemain

Ada pemandangan aneh dan tidak sesuai regulasi dalam sepak bola saat laga uji coba Persik Kediri kontra Putra Sinar Giri (PSG) di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (17/9/2020). Pada jersey Persik tak tercantum nomor punggung dan nama pemain.

Wasit Yeni Krisdianto mengaku sempat terganggu saat memimpin pertandingan. “Secara aturan, Persik Kediri telah melanggar regulasi yang sejak dulu dilakukan di dunia sepak bola. Karena di punggung tak ada nomor dan nama pemain. Ini sangat mengganggu kinerja kami sebagai perangkat pertandingan,” kata Yeni Krisdianto.

Wasit yang sering memimpin duel Liga 1 ini menceritakan kronologi keanehan dan pelanggaran regulasi yang dilakukan juara Indonesia 2003 dan 2006 itu.

“Pertandingan tadi tak ada manajer meeting. Padahal pertemuan itu penting antara lain untuk membahas jersey yang akan dipakai kedua tim. Menurut pihak Persik dan PSG, kesepakatan soal jersey hanya lewat pesan Whatsapp. Nah, di sini lah awal terjadi salah paham,” tuturnya.

Berdasar kesepakatan, PSG akan mengenakan jersey warna kuning, sedangkan Persik memakai biru. Tapi jelang laga jersey PSG putih-biru-biru.

“Karena Persik sudah siap dengan jersey biru, saya suruh mereka ganti jersey warna lainnya. Termasuk kaus kakinya. Kalau tak mau ganti, saya tak mau pimpin pertandingan. Sementara PSG hanya membawa jersey biru. Mereka punya jersey warna lain, tapi mereka tak mau ganti, karena itu kaus untuk pemanasan dan tanpa nomor punggung,” ungkapnya.

Akhirnya Persik Kediri mengalah memakai jersey corak merah-merah dengan kaos kaki biru.

“Saya sempat marah, karena kaus kaki Persik tetap biru. Sama seperti milik PSG. Persik tak mau ganti kaos kaki, alasannya masih dilaundry. Di regulasi, warna kaos kaki pun tak boleh sama, karena bisa membingungkan wasit saat memutuskan sebuah kejadian di permainan, seperti out ball dan tackling,'” kata Yeni Krisdianto.

“Kalau warna kaus kaki beda, wasit mudah memutuskan siapa yang menendang bola keluar atau melanggar kaki lawan,” jelasnya.

Tak Habis Pikir

Meski Persik telah ganti dengan jersey warna merah, persoalan belum selesai. Jersey tersebut tanpa nomor punggung.

“Jersey Persik punya nomor di dada dan celana. Tapi itu nomor pendukung. Yang utama tetap di punggung, karena ukurannya lebih besar dan mudah dilihat. Wasit yang diamati nomor di punggung. Wasit kelas dunia pun jika ingin memberi kartu kuning atau merah, si pemain pasti disuruh balik badan. Kenapa? Wasit ingin memastikan dan tak salah saat akan menghukum si pemain,” paparnya.

Wasit asal Tulungagung ini makin tak habis pikir, jika melihat jejak rekam Persik yang pernah dua kali juara Indonesia dan tampil di Champions Asia melakukan kesalahan fatal.

“Saya heran masak tim sekelas Persik yang pernah dua kali juara kasta tertinggi Indonesia melakukan itu. Apakah mereka tak punya jersey yang ada nomor punggungnya. Padahal pertandingan resmi atau uji coba, jersey, kaus kaki, dan nomor punggung itu vital di sepak bola. Saya mau mengawal pertandingan, karena tak ada wasit lain yang menggantikan. Apalagi waktunya sudah menjelang kick off,” pungkasnya.