Manajer Persebaya: Liga Juga Belum Jelas, Ngapain Persebaya Jelas?

Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, bakal sibuk musim ini. Sebab, ada tiga tim yang menjadikan stadion berkapasitas 35 ribu penonton itu sebagai home base.

Tiga tim tersebut adalah Persebaya Surabaya, Madura United, dan Bhayangkara FC. Dua tim terakhir sudah mendaftarkan Stadion Gelora Delta sebagai kandang ke PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Bagaimana dengan Persebaya? Ternyata, manajemen Green Force –julukan Persebaya– belum mendaftarkan home base ke LIB. ’’Secara formal sudah ada komunikasi. Tapi, secara resmi, kami memang belum mendaftarkan home base,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi saat ditemui Jawa Pos di Stadion Gelora Delta kemarin sore.

Lalu, apa alasan manajemen tak kunjung mendaftarkan kandang secara resmi? Padahal, seluruh klub sudah menyetor nama kandang musim ini.

Baca Juga: PT LIB Janji Terbuka jika Ada Pemain Yang Kena Korona
’’Karena liga juga belum jelas. Ngapain Persebaya jelas? Kami tunggu keseriusan liga, baru kami (Persebaya) serius,’’ tegasnya.

Tapi, sejauh ini, Candra memastikan Persebaya memang ingin berkandang di Sidoarjo. ’’Dari awal Persebaya kan sudah jelas sikapnya. Kami tidak ingin main jauh dari Surabaya,’’ tambah pria asli Bojonegoro tersebut.

Masalahnya, jika tidak kunjung mendaftarkan home base, kondisi itu akan menyulitkan. Sebab, bisa saja terjadi jadwal bentrok dari Persebaya Madura United, dan Bhayangkara FC. Soal itu, Candra tidak mempermasalahkan.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada LIB sebagai operator kompetisi. ’’Tugas LIB memang bikin jadwal. Persebaya ini hanya peserta. LIB yang harus mengorganisir (jadwal) dengan baik,’’ jelasnya.

Sejauh ini, Persebaya memang sering menggunakan Stadion Gelora Delta sebagai tempat latihan. Termasuk kala melakukan laga uji coba kontra tim PON Jatim kemarin sore (15/9).

Dalam laga itu, Green Force menang dengan skor 5-3. Itu adalah uji coba kedua yang dilakukan Persebaya. Sebelumnya, mereka menang 11-0 atas tim internal Bintang Timur (12/9).

Meski menang, pelatih Persebaya Aji Santoso belum puas. ’’Banyak yang harus dibenahi. Terutama dari segi fisik dan taktikal,’’ kata pelatih 50 tahun tersebut. Soal kebobolan tiga gol, Aji mengaku cukup maklum. Sebab, pelatih asal Kabupaten Malang itu menjajal semua pemain yang ada.

’’Semua pemain saya turunkan. Semua saya ganti, kecuali penjaga gawang,’’ tambahnya. Dalam laga kemarin, Angga Saputro dipercaya sebagai kiper selama 90 menit.

Beberapa pemain memang dicoba di posisi baru. Seperti Rachmat Irianto yang ditugasi sebagai bek kiri bergantian dengan Nasir. ’’Karena Alwi (Slamat) yang biasanya jadi bek kiri masih cedera. Jadi, harus ada alternatif,’’ tambah Aji.

Untuk posisi striker, Aji tetap percaya kepada Patrich Wanggai. Kebetulan, dia mampu mencetak satu gol dalam laga kemarin.