Makan Konate Berharap Negosiasi David Da Silva dengan Persebaya Berjalan Lancar

Lanjutan Liga 1 musim 2020 dimulai 1 Oktober nanti. Artinya, kickoff kurang dua pekan lagi. Tapi, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda David da Silva bergabung kembali dalam latihan Persebaya Surabaya.

Memang proses negosiasi kontrak baru terus dilakukan. Hanya, belum ada deal antara manajemen Persebaya dan Da Silva. Lantas, sampai kapan proses negosiasi itu akan terus dilakukan? Manajemen Persebaya tidak mematok deadline.

’’Nggak ada (tenggat waktu). Semampunya saja. Semaunya dia (Da Silva) saja kapan,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi kepada Jawa Pos.

Yang jelas, Candra tetap yakin Da Silva akan bertahan di Surabaya. Sebab, sampai saat ini, pihaknya secara rutin melakukan komunikasi dengan pemain asal Brasil tersebut. Maklum, sebagai striker utama, Persebaya ogah kehilangan Da Silva.

’’Dari awal saya bilang optimistis (Da Silva bertahan). Saya upayakan semaksimal mungkin. Soal hasilnya seperti apa, kita lihat nanti,’’ jelas Candra.

Sejatinya, bukan hanya manajemen yang terus berkomunikasi dengan Da Silva. Kapten Makan Konate juga terus melakukan kontak dengan mantan striker Pohang Steelers tersebut.

Sebagai sesama pemain asing, hubungan keduanya memang cukup dekat. ’’Saya terus tukar kabar dengan dia (Da Silva). Saya doakan biar (negosiasi) bisa berjalan lancar,’’ kata pemain 28 tahun tersebut.

Meski baru bergabung musim ini, Konate mengaku sudah nyetel dengan striker 30 tahun itu. Menurut dia, Da Silva adalah salah satu striker yang berkualitas. ’’Da Silva sangat bagus. Dia pas bermain dengan Persebaya,’’ katanya.

Karena itu, dia berharap Da Silva tidak pergi ke mana pun. ’’Saya doakan supaya Da Silva bisa balik ke Surabaya,’’ tambahnya.

Masalahnya, ada kans Da Silva hengkang ke klub lain. Sebab, Borneo FC berniat mendatangkan Da Silva. Pelatih Borneo FC Mario Gomez tidak menampik ada kans bagi klubnya untuk membajak pemain berkepala plontos itu. Apalagi, Borneo FC diperkuat Diogo Campos. Dia adalah mantan rekan satu tim Da Silva saat membawa Persebaya finis sebagai runner-up Liga 1 musim lalu.

Konate jelas tidak mau Da Silva menyeberang ke Samarinda. Apalagi, peran bapak dua anak itu di lini depan sangat vital. Musim lalu, Da Silva mampu mengemas 12 gol dan 3 assist dari 16 laga yang dilakoni.

Hanya, jika memang negosiasi berjalan alot dan Da Silva tidak kembali, Konate hanya bisa pasrah. ’’Tentunya kami akan fokus dengan pemain yang ada saat ini,’’ terang mantan gelandang Arema FC tersebut.

Beruntung, opsi di posisi striker cukup banyak. Saat ini, Persebaya masih memiliki Patrich Wanggai. Kemudian, masih ada pemain Persebaya U-20 Venko Armedya.

Belum lagi Mahmoud Eid yang sudah memastikan diri siap jika ke depan memang diplot sebagai striker utama. ’’Tapi, sejauh ini kami masih mencoba Patrich sebagai striker utama,’’ kata Aji Santoso, pelatih Persebaya.