Jika David da Silva Tak Kembali ke Persebaya, Mahmoud Eid Tetap Winger, Patrich Wanggai Striker

Mahmoud Eid sempat disiapkan sebagai striker. Hal itu pernah dilakukan dalam sesi latihan. Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi kalau proses negosiasi kontrak baru David da Silva gagal.

Hanya, saat Persebaya melakoni uji coba kontra tim internal Bintang Timur (12/9), Mahmoud tetap bermain di posisinya. Pemain berpaspor Palestina itu mengisi posisi winger. Lalu, siapa striker utama yang dimainkan? ’’Patrich (Wanggai) tetap di depan,’’ kata Aji Santoso, pelatih Persebaya, saat dihubungi Jawa Pos.

Selain Da Silva, Patrich memang satu-satunya striker murni yang dimiliki Green Force, julukan Persebaya. Musim lalu, pemain 32 tahun itu bermain untuk Kalteng Putra. Dia mencetak 7 gol dan 4 assist dari 27 laga. Karena itu, mungkin Patrich jadi tumpuan di lini depan jika Da Silva tidak kembali. Selain Patrich, masih ada striker Persebaya U-20 Venko Armedya.

Baca Juga: Dua Pekan tanpa David da Silva, Persebaya Optimalkan Pemain yang Ada
Persebaya memang menjajal beberapa pemain muda. Selain Venko, ada Akbar Firmansyah dan Dicky Kurniawan. Akbar merupakan winger, sedangkan Dicky adalah gelandang.

Dua pemain itu juga sempat diturunkan dalam laga uji coba kontra Bintang Timur. Performanya cukup impresif. Masuk sebagai pemain pengganti, keduanya mampu mencetak gol. Akbar dua gol, sementara Dicky satu gol.

’’Kalau saya lihat Akbar dan Dicky untuk adaptasi dari awal bagus. Kami lihat cepat adaptasinya, dan punya potensi untuk Persebaya yang akan datang,’’ kata winger Oktafianus Fernando.

Nah, adanya pemain muda itu membuat opsi di posisi winger bertambah. Selain Oktafianus, ada Bayu Nugroho, Irfan Jaya, M. Supriadi, dan Mahmoud Eid. Belum lagi Hambali Tholib dan Rendi Irwan yang juga bisa diplot sebagai winger.

Karena itu, meski tidak dimainkan sebagai striker dalam laga uji coba, Mahmoud tetap punya kans besar untuk digeser ke depan. Dia bisa menjadi opsi selain Patrich dan Venko sebagai striker utama. Apalagi, bermain sebagai striker bukan hal sulit bagi pemain 27 tahun tersebut. ’’Saya bisa main jadi penyerang. Saya bisa main di mana pun, jadi bukan masalah,’’ jelas Mahmoud.

Di sisi lain, setelah berlatih selama dua pekan, para pemain mengaku mulai berada dalam kondisi yang ideal. Ofan, sapaan Oktafianus Fernando, mengaku kondisinya sangat baik. ’’Mulai dari strength, napas, hingga fisik, semuanya oke. Semua latihan berjalan dengan maksimal,’’ kata bapak satu anak tersebut.

Kondisinya yang fit tak lepas dari rutinitasnya berlatih meski tim tengah libur akibat pandemi. ’’Sebelum gabung latihan, coach Aji (Santoso) selalu ingatkan untuk jaga kondisi. Latihan individu,’’ tambahnya. Karena itu, begitu latihan bersama skuad Green Force dimulai, Ofan tidak kaget.

’’Pemain tahu kalau persiapan cuma sebulan. Jadi, mau nggak mau (latihan) harus digas dari awal,’’ imbuh pemain jebolan tim internal Indonesia Muda tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.