Akan Bermarkas di Maguwoharjo, Barito Putera ‘Kula Nuwun’ ke PSS Sleman

Seperti diketahui Barito rencananya akan menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai homebase tim selama proses lanjutan liga. Laskar Antasari juga akan melibatkan panitia pelaksana (panpel) pertandingan yang notabebe berasal dari Sleman.

Barito Putera diwakili oleh manager tim Mundari Karya dan juga sekretaris tim Ainul Ridha. Sedangkan dari pihak PSS diwakili langsung oleh Direktur Utama PT PSS, Marco Gracia Paulo, lalu Direktur Komersial, Yoni Arseto, dan juga Direktur Operasional, Hempry Suyatna.

Pertemuan ini disambut dengan sangat baik dan dengan tangan terbuka oleh Marco. Dia siap membantu Barito dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Kami merasa terhormat dan mengapresiasi niat baik tim Barito Putera yang bahkan menjadi tim pertama yang mendatangi pihak Sleman, kami siap membantu dan siap berkolaborasi dalam bentuk apapun entah di dalam pertandingan dan juga di luar pertandingan sekalipun,” kata Marco dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

“Dan juga kami dengan sangat terbuka melepas orang-orang yang ada dari panpel kami untuk terlibat membantu pihak Barito Putera,” tambahnya.

Menurut Marco, kolaborasi ini akan sangat berguna untuk pembangunan sepakbola Sleman, selain juga untuk menambah jaringan.

“Karena hal ini akan menjadi cara untuk memperluas jaringan dan membina para panitia pelaksana pertandingan itu sendiri, sehingga akan sangat berguna juga bagi perkembangan sepakbola Sleman dimasa mendatang,” paparnya.

Harapannya adalah ketika pihak Laskar Sembada akan bertandang ke Banjarmasin, maka mereka akan dibantu juga oleh Barito.

“Sepakbola sejatinya adalah adalah keluarga, harapannya hal ini bisa menjadi warisan generasi masa depan agar menjadi penikmat sepakbola yang baik dan mampu bertanggung jawab,” jelas eks CEO Badak Lampung itu.

Sementara itu, pihak Barito Putera berterima kasih atas sambutan itu dan merasa satu visi dengan pihak PSS Sleman. Ainul Ridha menyebut kerja sama yang dilakukan dapat berimbas pada hubungan baik antar suporter.

“Kerja sama ini harus mampu kita jalani bersama agar membangun dan memajukan sepakbola Indonesia. Karena jikalau pihak klub dan manajemen sudah mampu bekerja sama dengan baik, saya yakin pihak supporter dari Slemania, Brigata Curva Sud dan Bartman juga akan mengikuti hal positif ini,” ucap Ainul Ridha.

“Dalam sepakbola, semua hal harus dan bisa kita bicarakan, kompromikan dan diskusikan bersama. Hanya ada dua hal yang tidak boleh kita kompromikan dan diskusikan sama sekali, yaitu skor akhir dan 90 menit pertandingan,” tutupnya.