Bantah Rumor Gunakan Pemain U20 Brasil, Persib Bandung Fokus pada Amunisi Muda dari Diklat

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, membantah mendapatkan tawaran pemain U-20 dari Brasil.

Ia mengatakan bahwa ketimbang menggunakan pemain asing, Persib Bandung dinilai tepat telah memprioritaskan pemain muda binaan

Manajemen Persib Bandung menegaskan tidak pernah mendapatkan tawaran untuk mendatangkan pemain U20 asal Brasil.

Isunya, lima pemain tersebut akan memperkuat timnas Indonesia U20 dalam ajang Piala Dunia U20 pada 2021 mendatang.

Kelima pemain U20 asal Brasil itu sudah tiba di Indonesia dan diikat Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United.

Mereka adalah Hugo Guilherme Corre Grillo, Pedro Henrique Bartoli (Arema FC), Thiago Apolina Pereira, Maike Henrique Irine De Lima (Persija Jakarta), dan Robert Junior Rodrigues Santos (Madura United).

“Tidak ada (tawaran pemain U20 asal Brasil) untuk Persib. Karena kami memang memprioritaskan untuk memunculkan pemain muda hasil binaan sendiri dari Diklat Persib. Kalau soal kabar itu, saya tidak tahu dan memang tidak pernah dapat tawaran,” kata Teddy kepada wartawan.

Seluruh kontestan Liga 1 2020 sedang gencar mendatangkan pemain U20. Pasalnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), mewajibkan seluruh tim Liga 1 2020 untuk memasang minimal dua pemain U20 dalam daftar susunan pemainnya di pertandingan.

Dalam memenuhi regulasi tersebut, Persib pun mendatangkan tiga pemain dari tim U19. Mereka adalah Saiful, Ardi Maulana, dan Ravil Shandyka Putra. Ketiganya sudah bergabung dalam sesi latihan tim senior Persib sejak pekan lalu.

Teddy mengatakan, pihaknya memang sengaja tidak mengambil pemain U20 dari klub lain karena berkomitmen untuk mengembangkan pemain hasil binaan sendiri.

Teddy menuturkan, Persib enggan menyia-nyiakan potensi para pemain muda lokal yang telah dibina oleh Diklat Persib.

“Kami kan mengutamakan bibit lokal dari Diklat (Persib) karena kan kami memprioritaskan kepada pemain lokal kami,” kata Teddy.

“Kalau tidak, untuk apa kami punya diklat. Jadi ya memang kami punya diklat untuk membina bibit-bibit lokal dan Indonesia. Jadi, kami pakai,” kata dia.