Dari Tiga Tim, Arema FC yang Paling Semangat Lakukan Naturalisasi

Lima pesepak bola muda Brasil, tampaknya, harus lebih bersabar jika ingin pamer skill di Liga 1. Sebab, regulasi di PT LIB untuk Liga 1 menyatakan, tidak ada bursa transfer sebelum kompetisi.

Artinya, keinginan Persija Jakarta, Arema FC, dan Madura United untuk menjadikan mereka ’’cadangan’’ jika renegosiasi dengan pemain asing gagal tidak mungkin terwujud.

Hal itu dikatakan Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita. Dia menyatakan, LIB tidak akan membuka jendela transfer sebelum Liga 1 dilanjutkan. Sebab, kompetisi musim ini merupakan lanjutan dari tiga pekan yang sudah berjalan Maret lalu dan jendela transfer sudah ditutup.

’’Jadi, mereka bisa mendaftarkan pemain pada akhir putaran pertama nanti. Sekitar Desember mendatang,’’ jelasnya.

Hal itu memang disebutkan dalam amandemen Liga 1 yang masih dalam proses pengesahan di PSSI. Satu di antara tujuh amandemen menyebut, jendela transfer putaran pertama sudah ditutup dan bursa transfer putaran kedua baru dibuka pada 8–23 Desember mendatang.

Tapi, transfer pemainnya tidak boleh antarklub Liga 1.

Lukita juga menegaskan, hal tersebut tetap tidak berlaku walau lima pemain asing asal Brasil itu sudah dinaturalisasi sebelum lanjutan Liga 1 dimulai. LIB sendiri tetap tidak membuka jendela transfer meski pemain lokal yang akan didaftarkan.

’’Jadi, pemain yang ada sekarang di dalam klub, itu yang berkompetisi. Kalau mau nambah pemain, tunggu akhir putaran pertama atau mereka berstatus pemain U-20,’’ tuturnya.

Nah, berstatus U-20 ini tetap ada syaratnya. Selain harus berstatus pemain lokal alias berwarga negara Indonesia, para pemain tersebut tidak bisa ikut tim senior. Lima pemain asal Brasil itu harus ikut tim U-20.

Jika itu dilakukan, otomatis Persija, Arema FC, dan Madura United bisa memainkannya. Amandemen regulasi Liga 1 memang mewajibkan tim-tim memasukkan setidaknya dua pemain U-20 dalam daftar susunan pemain setiap pertandingannya.

Artinya, kesempatan kelima pemain Brasil yang dikabarkan jadi proyek naturalisasi PSSI itu adalah jadi WNI secepatnya dan dikontrak tim U-20 oleh tiga klub tersebut.

Masalahnya, bagaimana jika proses naturalisasi lima pemain itu tak kunjung selesai? Lukita menyebut tetap akan berpegang teguh pada prosedur pemain asing yang ada saat ini. Tidak peduli usianya di bawah 20 tahun, yang pasti Liga 1 punya peraturan yang mengatur pemain asing bermain.

Salah satunya adalah punya kitas dan pengalaman bermain di level tertentu. ’’Salah satunya setiap tim tidak boleh memiliki pemain lebih dari 33 orang dan kuota pemain asing tetap ya, hanya empat saja. Itu tidak termasuk U-20 ya,’’ ungkapnya.

Untuk U-20, bisa dimasukkan kapan pun juga. Baik sebelum Liga 1 dilanjutkan ataupun nanti ketika jendela transfer kedua dibuka lagi akhir Desember. ’’Selama terbukti merupakan pemain U-20 klub tersebut. Di luar itu tidak akan bisa,’’ ujarnya.

Dari tiga tim yang ’’dititipi’’ pemain asal Brasil, Arema FC yang paling serius dan semangat ingin segera melakukan naturalisasi. Sebab, dua pemain bernama Hugo Guilherme Corre Grillo dan Pedro Henrique Bartoli sudah resmi direkrut Singo Edan.

Arema FC berharap bisa segera menggunakan jasa dua pemain tersebut di Liga 1.
Sebab, Arema FC sendiri resmi kehilangan dua pemain asing jelang lanjutan kompetisi.

Selain Jonathan Bauman sudah pergi bersamaan dengan sang pelatih Mario Gomez, yang paling baru klub asal Kota Malang tersebut kehilangan gelandang asal Korea Selatan Oh In-kyun. Tentu Arema FC berharap direkrutnya dua pemain muda itu bisa menambah kekuatan tim jelang lanjutan kompetisi Liga 1.

Manajer Arema FC Rudy Widodo mengatakan bahwa Arema FC tidak akan menjadikan Hugo dan Pedro sebagai pemain asing. Tetap pada pendirian awal ketika merekrut keduanya. Yakni, ingin dinaturalisasi sebagai investasi.

’’Dalam satu tahun ke depan, mereka terus kami matangkan di reserve tim atau Arema U-20 karena usia mereka masih di bawah itu,’’ jelasnya.

Rudy menambahkan, target Arema FC adalah menjadikan keduanya pemain masa depan tim. Syukur-syukur bisa dipakai timnas jika dinaturalisasi.