Jacksen F. Tiago Merasa Bakat Pemain Muda Indonesia Luar Biasa

Pelatih asal Brasil Jacksen F. Tiago sudah 26 tahun berada di Indonesia. Dia pun paham akan kualitas para pesepak bolanya, terutama pemain muda.

Bagi Jacksen, bakat-bakat yang dimiliki Indonesia luar biasa.

Namun, ketika mendengar ada beberapa pemain muda Brasil datang, dia mengaku tidak tahu-menahu. ’’Jadi, kalau ditanya soal pemain muda itu, saya tidak tahu. Saya tidak pernah lihat sama sekali sehingga tidak bisa memberikan informasi tentang kemampuan mereka atau apa pun soal itu,’’ tuturnya.

Jacksen juga enggan berkomentar tentang rencana PSSI melakukan naturalisasi pemain Brasil. Bagi dia, hal itu bukan tanggung jawabnya. Bukan sesuatu yang pantas ditanyakan kepadanya.

’’Saya rasa banyak pakar di Indonesia yang lebih kompeten menjawab itu. Itu juga bukan tugas saya, saya adalah pelatih Persipura,’’ paparnya.

Namun, meski tidak menjawab secara tegas, Jacksen menyatakan bahwa masyarakat Indonesia bisa menilai bagaimana pendapatnya dari sikap-sikapnya dalam melatih selama ini.

Bagaimana dirinya selalu mencoba membantu timnas Indonesia dengan mengorbitkan pemain muda di setiap tim yang dilatih. ’’Ya supaya mereka bisa berkembang agar berguna bagi bangsa dan negara. Semua orang pasti sudah tahu prinsip dan kepribadian saya soal pemain-pemain muda. Pasti tahu kok pendapat saya walaupun tidak dijelaskan,’’ terangnya.

Soal banyaknya pemain berusia muda Brasil yang keluar dari negaranya, Jacksen menyebut hal itu biasa. Seperti dirinya dulu ketika kali pertama keluar dari Negeri Samba untuk berkarir di sepak bola. Saat itu, di usia menginjak 25 tahun, dia memilih berkarir di luar negeri untuk kehidupan yang lebih baik.

Pelatih yang pernah membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia pada 2004 itu mengungkapkan, dulu dirinya dan enam pemain Brasil diajak agen bermain di Asia Tenggara. Awalnya, tawaran yang datang adalah bermain di Malaysia.

’’Tapi, ketika sampai Singapura, ternyata tidak ada tawaran itu. Akhirnya ada satu orang teman saya pulang dan beberapa teman lainnya berdiskusi dan memilih bertahan di sini (Indonesia). Jadi, 26 tahun sudah saya di sini,’’ paparnya.

Jacksen menjelaskan, sepak bola Indonesia saat ini sudah lebih maju. Terutama perhatian kepada pemain muda. ’’Sejak ada Elite Pro Academy itu sangat bagus. Saya bisa mencari pemain muda dari sana. Harusnya itu diteruskan agar muncul pemain-pemain bagus,’’ tuturnya.

Sementara itu, pengamat sepak bola Tommy Welly mengkritik keras keputusan PSSI soal rencana naturalisasi pemain muda Brasil untuk timnas U-19. Menurut dia, keputusan itu merampas hak pemain muda Indonesia. Membunuh mimpi besar mereka.

’’Saya tidak mengerti apa yang mau diraih dengan naturalisasi pemain Brasil itu. Apa ada jaminan lolos grup? Menurut saya, publik itu hanya minta keseriusan PSSI mempersiapkan timnas. Karena itulah dikontrak seorang Shin Tae-yong agar bisa mengembangkan sepak bola,’’ ucap pria yang kerap disapa Towel tersebut.

Apa yang dikatakan Tommy dibenarkan anggota Exco PSSI Hasani Abdulghani. Menurut dia, ada sesuatu yang lain yang harus menjadi fokus terkait terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

’’Terpilihnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu mengangkat nilai negara ini. Menjadi bukti bahwa Indonesia mampu untuk menggelar event serupa yang lebih besar nantinya,’’ katanya.

Dirinya tidak setuju jika para pemain Brasil itu dinaturalisasi. Selain akan menyalahi regulasi, para pemain tersebut tidak lebih baik dari pemain lokal karena tak pernah ada kejelasan asal-usulnya.

’’Tapi, kalau memang mereka adalah rencana investasi klub, saya setuju. Agar, tradisi mengontrak pemain asing tiap musim bisa berubah. Pemain-pemain ini nanti bisa memberikan keuntungan bagi klub kalau dia benar-benar berkembang di masa depan. Ini cara yang sudah diterapkan klub-klub Eropa, investasi pemain muda asing. Ketika nanti matang, harga jualnya lebih mahal,’’ paparnya.