Usai Fakhri Husaini, Giliran Ponaryo Astaman Curigai Isu Naturalisasi

Mantan pesepak bola nasional sekaligus General Manager APPI, Ponaryo Astaman, mempertanyakan proyek naturalisasi besar-besaran yang kabarnya akan dilakukan oleh PSSI.

Beberapa waktu terakhir, perbincangan mengenai proyek naturalisasi pemain muda asal Eropa, khususnya Brasil, menyita perhatian pecinta sepak bola nasional.

Eks pelatih timnas Indonesia U-16 dan U-19, Fakhri Husaini menyayangkan sikap PSSI dalam proyek naturalisasi ini, sebab menyiratkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan anak bangsa.

Konon, proyek naturalisasi ini adalah upaya untuk menambah kualitas timnas U-19 di Piala Dunia U-20 2021.Ada pula yang menegaskan jika ini kepentingan klub Liga 1.

Dua pesepak bola muda Tanah Air, Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah menanyakan kepada Ponaryo Astaman selaku GM APPI, terkait pendapatnya soal program naturalisasi ini.

“Kalau gue nggak setuju sih, secara pribadi ya, dengan proyek naturalisasi ini, karena gue melihat masih banyak talenta-talenta Indonesia yang bagus-bagus,” ujar Ponaryo Astaman.

“Karena mereka main di Eropa, terus diindikasikan mereka lebih bagus? Kenapa tidak coba situasinya, angkatan Rendy yang main di sana (Eropa), daripada mengambil pemain muda di sana dibawa kesini.”

Ponaryo Astaman memang turut mengikuti perkembangan pelatihan skuat Indonesia di luar negeri, salah satunya Garuda Select. Namun, perlu upaya lanjutan untuk itu.

Sebab, Garuda Select maupun program lainnya dari PSSI dan sponsor, umumnya hanya mengirimkan tim ke Eropa, bukan individu yang bersaing di tim profesional.

“Memang sudah ada tapi sebagai satu tim, Primavera, Baretti, Garuda Select, SAD, tapi mereka sebagai sebuah tim, bukan sebagai individu,” timpal Ponaryo Astaman lagi.

“Saya berharap dari program seperti itu, ada beberapa pemain yang bisa main di Eropa, di manapun lah di luar negeri,” pungkasnya.

Ponaryo Astaman sendiri berharap Fakhri Husaini dapat menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021, namun keputusan itu tentu ada di tangan PSSI.