Tommy Welly Sebut Naturalisasi Pemain Asing Cederai Pembinaan Sepak Bola Indonesia

Pengamat sepak bola, Tommy Welly, mengatakan adanya isu naturalisasi pemain muda asal Brasil mencederai pembinaan sepak bola di Indonesia.

Munculnya pemain asing di tiga klub Liga 1, yakni Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United yang dibarengi dengan isu naturalisasi masih heboh diperbincangkan.

Lima pemain asal Brasil yang diisukan akan dinaturalisasi yakni Henrique Bartoli dan Hugo Guilherme (Arema FC), Thiago Apolina Pereira dan Maike Henrique Irine de Lima (Persija), serta Robert Junior Rodrigues Santos (Madura United).

Tiga klub secara bergantian memperkenalkan pemain muda asal Brasil yang mana Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengatakan kedatangan mereka diproyeksikan untuk Piala Dunia U-20 2021.

Isu tersebut bahkan kembali diperkuat dengan pernyataan pelatih kepala Persija Jakarta, Sergio Farias, yang menyebut bahwa keberadaan dua pemain asal Brasil di klubnya adalah bagian dari program PSSI.

Namun, PSSI melalui Direktur Teknik Indra Sjafri telah membantah bahwa kedatangan pemain Brasil ada hubungannya dengan federasi dan klub pun langsung mengubah pernyataan bahwa pemain-pemain muda itu didatangkan untuk kepentingan jangka panjang.

Menanggapi isu ini, Tommy Welly mengatakan bahwa hal itu terkesan aneh bahkan dirasa seperti lelucon karena setelah ada pernyataan, dibantah, dan langsung dikoreksi oleh klub.

Jika ada permainan antara agen pemain dengan PSSI atau yang lainnya di balik keberadaan pemain-pemain muda Brasil itu, Tommy Welly mengatakan tak peduli, tetapi yang bisa dipastikan keputusan tersebut dianggapnya ngawur.

“Terserah mau ada permainan apa, tetapi ini keputusan gegabah dan mencederai hati publik sepak bola Indonesia,” kata Tommy Welly kepada BolaSport.com.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Towel itu juga menanyakan apabila pemain asing asal Brasil tersebut benar dinaturalisasi, apakah nantinya mereka bisa menjamin timnas Indonesia lolos ke babak berikutnya di Piala Dunia U-20 2021.

“Memang maunya apa? Dengan mendatangkan lima pemain dan dinaturalisasi itu maunya apa? Pasti menang? Atau ada jaminan lolos ke babak berikutnya?,” ucapnya.

“Apa itu yang publik minta dari PSSI untuk Piala Dunia? Saya pikir publik kita ini tidak bodoh-bodoh amat jika bicara tentang peta sepak bola entah di Asia Tenggara, Asia, maupun dunia,” ujarnya.

Menurutnya yang ingin dilihat oleh masyarakat Indonesia adalah bagaimana upaya PSSI dalam mempersiapkan timnas Indonesa dengan sungguh-sungguh, bukan malah keputusan naturalisasi.

Oleh karena itu, Towel mengatakan bahwa keputusan tersebut tentu saja mencederai pembinaan sepak bola di Indonesia.

Pembinaan sepak bola di Indonesia sebetulnya sudah semakin kelihatan dari beberapa klub yang sudah serius mempersiapkan pemain masa depan.

Tetapi, dengan tiba-tiba ada pemain asing yang dikabarkan akan dinaturalisasi, publik sepak bola Tanah Air bisa merasa sakit hati.

“Bagi saya yang lebih parah itu adalah kabar ini mencederai aspek pembinaan sepak bola di Indonesia,” tuturnya.