Legenda Persib: PSSI Blunder Parah Kalau Kembali Menaturalisasi Pemain

Legenda Persib Bandung, Asep Somantri mengatarakan, PSSI melakukan blunder jika tetap menaturalisasi pemain.

Asep menyebut langkah itu mengerdilka pelaku sepak bola Tanah Air khususnya para pembina dan pelatih yang saat ini bergerak di usia muda atau Sekolah Sepak Bola (SSB).

“Bisa dikatakan PSSI itu blunder kalau memang benar lima pemain itu akan dinaturalisasi. Ini tentu akan membuat kecewa orang-orang yang sedang melakukan pembinaan usia muda saat ini,” kata Asep Somantri kepada bola.com, Jimat (21/8/2020).

Seperti diketahui, PSSI berencana menaturalisasi lima pemain muda untuk Piala Dunia U-20 2021. Mereka mengklaim kerja sama dengan klub Liga 1 yakni Persija Jakarta (dua pemain) , Arema FC (dua pemain) dan Madura United (satu pemain). Malah, tiga dari lima pemain tersebut sudah dikontrak Madura United dan Arema FC.

Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias yang menyebut kehadiran kedua pemain muda di timnya adalah program PSSI. Meski sudah dibantah PSSI, kehadiran lima pemain itu tetap saja menjadi pembahasan hanga.

Menurut Asep, ini akan menjadi fatal karena bisa menyebabkan menurunnya minat para pemain muda yang saat ini sedang merintis karier di sepak bola. Dengan adanya naturalisasi, pemain muda tersebut akan mempunyai anggapan bahwa percuma merintis karier kalau Timnas Indonesia diisi pemain naturalisasi.

“Bisa memengaruhi mental pemain muda yang ada saat ini. Tujuan akhir mereka membela Timnas Indonesia. Kalau timnas diisi pemain naturalisasi, tentu satu tempat untuk mereka hilang. Sekarang saja, orang tua dari anak-anak di SSB sudah bilang, wah timnas naturalisasi pemain terus,” ujarnya.

Mana Pembinaan?

Pria yang kini sedang mengejar gelar S3 jurusan Sosial di Universitas Pasundan ini mengatakan, seharusnya PSSI menyadari prestasi itu datang dari proses pembinaan.

“Prestasi harus ada proses pembinaan. Para pemain itu pun belum tentu kualitasnya ada di atas para pemain muda kita. Kalau bahasa masyarakat, lebih baik kalah tapi diisi pemain asli Indonesia ketimbang menang dengan naturalisasi. Apalagi, kalau sudah memakai pemain anturalisasi, tapi kalah di Piala Dunia U-20 nanti,” kata Asep.