Liga 2: Semen Padang & Persijap Jepara Tak Gentar Main Di Medan

Semen Padang dan Persijap Jepara tidak merasa gentar harus bermain di kandang PSMS Medan, Stadion Teladan, dalam pertandingan Liga 2 2020, dan menegaskan tekad mereka lolos dari fase grup.

Berdasarkan hasil drawing kemarin, ketiga klub itu bergabung di Grup D bersama Sulut United, Persekat Tegal, dan Sriwijaya FC. Semen Padang dan Persijap menganggap mereka berada di grup maut.

Selain Sriwijaya FC dan Sulut United yang memiliki banyak pemain berpengalaman, Persekat juga tak bisa dipandang remeh. Sedangkan PSMS mendatangkan dua pemain yang tampil di Liga 1 pada awal musim 2020, Ferdinand Sinaga dan Paulo Sitanggang.

Meski berada di grup berat, Semen Padang yakin mereka bisa bersaing untuk lolos ke babak Delapan Besar. Manager tim Effendi Syahputra mengatakan, Semen Padang berusaha mewujudkan target promosi ke Liga 1.

“Kami sudah menyaksikan hasil dari drawing pembagian grup. Intinya kami siap bertarung di Medan, walaupun kami anggap grup D ini adalah grup paling berat dari semua grup,” ujar Effendi dilansir laman resmi klub.

“Insya Allah dengan dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Minang di Sumbar maupun di perantauan, kami siap tampil di kompetisi Liga 2 musim ini, dan merealisasikan target lolos ke Liga 1.”

Sementara manajer Persijap Arief Setiadi menyatakan, manajemen langsung berkoordinasi dengan tim pelatih setelah mendapat kepastian pembagian grup. Seperti halnya Semen Padang, Persijap juga menganggap mereka berada di grup maut.

“Meskipun berada di grup berat, karena ada sejumlah tim berkelas, Persijap tidak mempermasalahkannya. Persijap memang sudah siap menghadapi kompetisi Liga 2. Semoga kerja sama seluruh tim, doa, dan dukungan dari suporter membuat perjalanan kami di liga 2 musim ini berjalan lancar tanpa halangan berarti,” tutur Arief.

Sedangkan pelatih Widyantoro menyatakan, ia tidak merasa terbebani anak asuhnya berada di grup maut. Widyantoro menganggap seluruh tim mempunyai peluang sama untuk lolos ke babak Delapan Besar.

“Tan rumah pasti lebih diuntungkan, karena bermain di kandangnya sendiri, meskipun tanpa penonton. Saya optimis saja, dan tidak ada beban. Siapapun yang paling siap secara materi pemain, fisik, mental, taktik dan teknik itu yang akan lolos,” tegas Widyantoro.