PT LIB akan Rahasiakan Identitas Pemain Jika Ada yang Positif Covid-19 Saat Kompetisi Digelar

PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus melakukan persiapan jelang menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang. Salah satu yang tengah dimatangkan adalah rencana tes medis bagi setiap klub peserta.

Untuk memastikan tidak ada pemain, pelatih, atau ofisial klub terjangkit Covid-19, PT LIB akan menggencarkan tes swab.

Operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2 itu pun berjanji akan transparan terkait hasil tes swab yang dilakukan.

Namun, andai ada pemain yang terjangkit, LIB hanya akan membuka asal klubnya, bukan identitas pemainnya.

“Kalau nama pemain biasanya enggak, karena itu etika saja. Paling misalnya jumlah pemain dan klubnya,” ujar Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, di Kantor LIB, Jakarta, Jumat (14/8).

Lebih lanjut, Akhmad menambahkan PT LIB tidak punya wewenang dalam memutuskan kompetisi lanjut atau dihentikan seandainya terjadi kasus positif Covid-19 akibat digulirkannya kompetisi.

Menurutnya, kewenangan untuk melanjutkan atau menghentikan kompetisi ada di PSSI yang tentunya dengan koordinasi Gugus Tugas Covid-19.

“Itu mungkin kan ada kesepakatan, mungkin juga ada memang keputusan pemerintahnya gitu kan. Kalau kami dari LIB sesuai dengan itu ya ada intruksi dari paling atas kalau ini harus berhenti atau tidak. Kalau keinginan kan kita ingin jalan terus,” ucap Akhmad.

“Apapun bentuknya, yang membuka, yang menutup adalah PSSI. Tapi tentu dengan pertimbangan-pertimbangan,” tutur Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menambahkan.