Jadi Direktur Teknik Persik, Berikut Ini Tugas Berat Joko Susilo

Tongkat estafet jabatan pelatih kepala Persik Kediri pada lanjutan Shopee Liga 1 2020 telah berpindah dari tangan Joko Susilo ke pundak Budi Sudarsono sejak, Kamis (14/8/2020).

Berikutnya, posisi Joko Susilo adalah Direktur Teknik Persik. Jabatan ini memupus rumor bahwa mantan Asisten Timnas Indonesia ini segera meninggalkan kandang Macan Putih usai menyerahkan kendali tim kepada ‘Si Ular Piton’ julukan Budi Sudarsono.

Lalu apa saja tugas legenda Arema yang akrab disapa Getuk ini?

“Tugas saya malah lebih banyak dan berat dibanding menjadi pelatih kepala. Saya masih ikut ‘membantu’ Budi Sudarsono di tim senior, jika dia membutuhkan masukan saya di kompetisi Shopee Liga 1 nanti,” kata Joko.

Selain itu, Getuk akan membangun sistem pembinaan di tim muda Elite Pro Academy (EPA) Persik. Pasalnya, selama ini EPA Persik tidak berjalan seperti diharapkan manajemen.

“Saya diminta membuat blue print pembinaan usia muda Persik. Bagi saya ini merupakan tantangan. Apalagi kebetulan saya sangat peduli dengan pemain muda. Saya bangun sistemnya dulu, setelah itu manajemen yang meneruskan,” tuturnya.

Pembinaan Pemain

Selain sistem pembinaan, mantan striker Timnas Indonesia ini juga memimpin seleksi pemain EPA Persik U-16, U-18, dan U-20.

“Sebenarnya sudah ada SSB Persik. Tapi katanya sedang bermasalah. Saya tak tahu apa problemnya. Itu urusan manajemen. Tugas saya hanya bangun sistem dan seleksi pemain,” ujarnya.

Tanggungjawab berikutnya, Joko Susilo tampaknya harus menularkan ilmu kepelatihan kepada pelatih-pelatih yang disiapkan akan memegang tim EPA Persik.

“Saya bersyukur punya pengalaman pernah menjadi Direktur Akademi Arema. Jadi saya kira tugas Direktur Teknik dan membangun supporting team tak ada kendala. Sistemnya mungkin berbeda dengan Arema, karena disesuaikan dengan keinginan manajemen Persik,” ucapnya.