Arema Berambisi Merekrut Pemain Asing Usia Muda

 

Arema FC sudah ambil ancang-ancang untuk perekrutan pemain asing baru walaupun perpindahan pemain baru akan dibuka pada 8-23 Desember.

Arema kehilangan striker Jonathan Bauman yang tidak melanjutkan kontrak di tengah pandemi virus corona. Secara teknis, siapa pemain yang akan ditarik tentu akan dikomunikasikan dengan pelatih lebih dulu.

 

Tapi, manajemen punya satu kriteria lain. Pemain asing tersebut berusia muda.

“Kami ingin melihat pemain seperti Arthur Cunha atau William Pacheco. Mereka datang ke Indonesia masih muda sehingga bisa punya jenjang karir panjang. Meski mendatangkan pemain muda, kalau bisa pengalamannya pernah membela U-21 klub kasta tertinggi di negaranya,” jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Kembali ke pengalaman Arthur dan Pacheco. Dua pemain itu sempat bermain di kelompok usai klub besar Brasil. Arthur pernah membela Fluminense dan trial di Manchester United.

Dia datang ke Indonesia ketika berusia 25 tahun dan gabung dengan Mitra Kukar. Sedangkan Pacheco sempat berkiprah di Chorintians dan Botafogo. Dia didatangkan Persija Jakarta musim 2015 di usia 23 tahun.

Kedua pemain itu sekarang masih eksis membela klub besar Indonesia. Arthur statusnya masih jadi pemain Arema dan dipinjamkan ke Persipura Jayapura. Sedangkan Pacheco bermain di klub juara Liga 1 musim 2019, Bali United.

Regenerasi

Musim ini, Arema sudah mencoba melakukan renegerasi pemain asing. Striker mereka Elias Alderete didatangkan dari Argentina musim ini berusia 25 tahun. Tapi, Arema berharap pemain yang lebih muda lagi.
Itu tidak mudah pastinya. Pemain asing muda yang pernah membela klub junior di kasta tertinggi pasti punya mimpi untuk membela klub besar di Eropa.

Mereka tidak akan terbesit untuk berkiprah di Asia, terutama Indonesia. Ini jadi tantangan tersendiri bagi Arema jika ingin merekrut pemain muda dari mancanegara.