PSS Sleman Tak Main Aman Di Lanjutan Liga 1 2020

Peniadaan degradasi pada musim ini tidak membuat PSS Sleman santai dalam menghdapi lanjutan Liga 1 2020 yang dimulai 1 Oktober. Manajemen PSS menegaskan, mereka tetap membidik papan atas klasemen di akhir musim.

Keputusan PSSI yang meniadakan degradasi dengan alasan pandemi virus Corona dikhawatirkan membuat lanjutan Liga 1 tidak menarik. Hal itu disebabkan klub sudah tidak mempunyai target apapun. Persaingan di papan atas pun hanya menjadi milik sejumlah klub langganan.

Manajemen PSS menegaskan, tim Super Elang Jawa tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban mengikuti lanjutan musim ini. Direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Gracia Paulo mengatakan, tim besutan Dejan Antonic itu memasang target menembus lima besar klasemen.

Menurut Marco, capaian PSS pada musim ini harus lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pada musim 2019 ketika merasakan atmosfer kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia setelah promosi dari Liga 2, PSS menempati posisi kedelapan.

“Target kami adalah menembus lima besar. Tentunya target itu sudah kami perhitungkan benar sebelum kompetisi dimulai lagi, karena kami ingin menjadi juara pada tahun 2023,” ujar Marco.

“Saat kami sudah memasang target, kami harus melakukan apa yang kami targetkan. Kami harus berkomitmen dengan target ini. Tapi kalau ternyata lebih cepat [menjadi juara], kenapa tidak?”

Marco menambahkan, demi mewujudkan target menembus lima besar, penggawa PSS telah mengagendakan latihan pada 24 Agustus nanti. Dua hari sebelum pemain berkumpul pada 20 atau 21 Agustus, pemain diminta menjalani tes di tempat masing-masing.

Namun, pemain dan jajaran pelatih terlebih dulu diajak berkomunikasi mengenai pembaharuan kontrak di tengah pandemi virus Corona yang disesuaikan dengan surat keputusan PSSI, yakni pembayaran gaji sekitar 50 persen dari nilai di awal musim.

“Rencananya, pada awal minggu depan akan kami komunikasikan dengan seluruh pemain. Kami harus menyusun ulang anggaran di tengah pandemi, karena pertandingan digelar tanpa penonton,” ucap Marco.

Dalam kesempatan itu, Marco mengumumkan jajaran direksi baru PT PSS. Direktur keuangan kini dipegang Andi Wardana. Sedangkan direktur operasional masih dijabat Hempri Suyatna. Sementara direktur komersial dipegang Yoni Arseto.

Marco menyatakan, PSS memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meski baru mentas di Liga 1 tahun lalu. Berbagai langkah strategis bakal dijalankan guna mengembangkan klub.

“Selain potensi besar, kami juga gali apapun yang belum pernah terlihat. Tidak hanya dari tim senior, namun juga di tim putri, serta EPA (Elite Pro Academy),” tutup Marco.