Persik Kediri Tunjuk Budi Sudarsono Sebagai Pelatih Baru

Persik Kediri mengumumkan pergantian pelatih jelang bergulirnya kembali Liga 1 musim ini. Budi Sudarsono ditunjuk sebagai juru formasi baru klub berjulukan Macan Putih tersebut.

Posisi tersebut sebelumnya dipegang Joko Susilo. Akan tetapi, sosok yang karib disapa Gethuk tersebut dipercaya manajemen Persik untuk menjabat sebagai direktur teknik.

Alasan ditunjuknya Budi, karena pengalamannya di persepakbolaan Tanah Air. Pria berusia 40 tahun tersebut pernah memperkuat sejumlah klub besar dan juga langganan timnas Indonesia.

Bahkan, Budi juga turut mengantarkan Persik menjadi juara Liga Indonesia pada 2006. Rekam jejak yang bagus tersebut diharapkan bisa ditularkannya untuk para pemain Persik.

“Kami membutuhkan sosok seperti coach Budi di sini. Dia akan memberikan contoh baik kepada pemain-pemain Persik,” kata presiden Persik Abdul Hakim Bafagih.

“Kami membutuhkan sosok seperti coach Budi di sini. Dia akan memberikan contoh baik kepada pemain-pemain Persik,” Hakim menambahkan.

Budi dipastikan tidak terganjal dengan lisensi kepelatihan. Eks Persib Bandung tersebut sudah memegang lisensi A AFC, yang merupakan syarat minimal setiap juru formasi di Liga 1.

“Kami ingin ilmu kepelatihannya bisa diterapkan di Persik. Nantinya coach Budi akan berkolaborasi dengan coach Joko. Coach Joko akan memberikan banyak masukan soal pengembangan teknik sepakbola di Persik,” ujarnya.

Faris Aditama – Persik & Persiraja
Dijadwalkan lanjutan Liga 1 musim digelar pada 1 Oktober mendatang. Kepastian tersebut didapatkan usai PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerbitkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, yang dikirimkan kepada seluruh klub beberapa waku lalu.

Semua pertandingan dilangsungkan di Pulau Jawa dan tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Klub juga tidak ada yang turun kasta untuk musim depan.

Sebelum kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret lalu, Persik menuai hasil yang kurang baik. Kesebelasan yang identik dengan warna ungu tersebut belum meraih satu pun kemenangan dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan.

Persik menahan Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC dengan skor identik 1-1. Serta satu pertandingan lainnya Faris Aditama dan kawan-kawan dikalahkan Persiraja Banda Aceh satu gol tanpa balas.

Hasil tersebut membuat Persik untuk sementara menduduki posisi 13 klasemen. Kesebelasan yang didirikan pada 1950 tersebut tertinggal tujuh poin dari Persib yang berada di pucuk mengoleksi sembilan angka.