Persib Bandung Latihan Lebih Awal, Jadi Keuntungan Nggak?

Persib Bandung telah menggelar latihan kembali sejak 10 Agustus lalu. Tim berjuluk Maung Bandung ini merupakan salah satu klub yang berlatih lebih awal, dibandingkan mayoritas klub lainnya di Shopee Liga 1 2020.

Sedianya sebagian klub, seperti Arema FC, Bali United, dan Tira-Kabo telah memulai latihan lebih dari sepekan yang lalu. Persiapan ini memang harus segera dilakukan, sebab jika menghitung jadwal Liga 1 yang rencananya dimulai Oktober, tiap klub peserta hanya memiliki waktu tujuh pekan untuk membuat persiapan.

Pelatih Fisik Persib, Yaya Sunarya enggan menganggap keuntungan, jika klub yang dilatihnya berlatih lebih awal dibandingkan mayoritas klub Liga 1 yang lainnya.

“Karena kita tidak memikirkan tim lain, tapi yang pasti kita punya program sejak pertama kompetisi dihentikan bulan Maret,” ujar Yaya lewat telekonferensi pers, Kamis (13/8/2020).

Yaya mengatakan, program itu dirancang agar bisa dilaksanakan secara mandiri oleh setiap pemain Persib Bandung di rumahnya masing-masing. Tahapan dan tata cara latihan disampaikan melalui video.

“Program itu kontinyu dilakukan sampai bulan Juni, sampai akhirnya di Juli, tapi karena berubah latihannya di Agustus, kita buat program lagi sebagai persiapan menghadapi latihan (bersama),” kata Yaya.

“Dan saya enggak melihat ini menjadi keuntungan bagi tim Persib, tapi kalau melihat dari latar belakang sejak laga berhenti, kita tetap kontinyu, konsisten latihan dan kita bisa lihat latihan dengan data yang kita punya, kita tidak perlu lagi memulai nol,” tuturnya melanjutkan.

Saat ini, Yaya memastikan kondisi para pemainnya dalam kondisi yang fit, termasuk memonitor berat bedan pemainnya setelah kurang lebih empat bulan berlatih mandiri.

“Kita akan selalu cek body weight, dan datanya selalu kita pegang. Jadi bahan kita selamanya. Nanti, jadi bahan kita semua apakah ada pemain yang mengalami over weight atau yang kita berikan dua jempol misalnya karena mereka bisa mempertahankan berat badannya,” ucapnya.