Edson Tavares, Pelatih dengan Rapor Apik Tapi Bernasib Malang

Nama Edson Tavares di Liga 1 memang tak begitu populer. Tapi soal performa, dirinya tak kalah mentereng dengan beberapa pelatih dengan nama top.

Pada musim pertamanya di Indonesia, Liga 1 2019. ia datang membesut Persija yang kala itu terseok-seok di papan bawah, peringkat 14. Berkat kepiawaiannya, tim berjulukan Macan Kamayoran itu dinangkat ke papan tengah dan akhirnya bisa finis di posisi 10 Liga 1 2019.

Sebanyak 15 laga yang dilaluinya kala mendampingi Persija berakhir dengan catatan cukup apik, tujuh kenenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan.

Di akhir musim, banyak orang yang memprediksi Persija bakal mempertahankannya. Menyelematkan Persija dari ancaman degradasi tentu bukan kinerja sembarangan.

Tapi, sayangnya nasib berkata lain. Kontraknya tak diperpanjang oleh Tim Ibu Kota.

Pada 2020 Edson akhirnya berlabuh ke Borneo FC. Tiga pekan awal dalam Liga 2 2020 dilewati dengan mentereng. Mereka berhasil menang dua kali dan kalah sekali.

Meski memiliki rapor cukup bagus, Borneo justru melepasnya menjelang kompetisi dilanjutkan lagi.

Edson pun kecewa perpisahannya dengan Borneo. Ia merasa kinerjanya baik-baik saja sehingga tak seharusnya masa kerjanya di Samarinda berakhir.